Indonesia resmi jabat presiden Dewan HAM PBB 2026

Indonesia mulai menjabat sebagai Presiden Dewan Hak Asasi Manusia (HAM) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk periode 2026 pada 8 Januari 2026. Wakil Tetap RI di Jenewa, Sidharto Reza Suryodipuro, menegaskan komitmen untuk menjunjung integritas, objektivitas, dan kredibilitas dalam menjalankan mandat tersebut. Indonesia berjanji bekerja sama dengan semua pemangku kepentingan untuk memajukan HAM secara inklusif.

Indonesia secara resmi memulai jabatannya sebagai Presiden Dewan HAM PBB pada 8 Januari 2026, dengan Sidharto Reza Suryodipuro sebagai pemimpin. Penetapan ini disambut dengan komitmen kuat untuk prinsip-prinsip universalitas, objektivitas, dan non-selektivitas dalam menangani isu HAM, termasuk hak atas pembangunan.

Sidharto menyatakan dalam rapat organisasi Dewan HAM PBB, "Kami percaya dan sepenuhnya berkomitmen, seperti seluruh anggota Dewan HAM, pada prinsip-prinsip universalitas, objektivitas, dan non-selektivitas dalam menangani isu hak asasi manusia, serta memperlakukan semua HAM—termasuk hak atas pembangunan—secara adil dan setara."

Keputusan ini berakar pada Undang-Undang Dasar 1945, yang selaras dengan Piagam PBB, dan ditegaskan oleh Presiden Prabowo Subianto yang menekankan pertahanan tatanan multilateral untuk perdamaian dan kemakmuran global. Indonesia terpilih sebagai calon tunggal dari kawasan Asia-Pasifik, mencerminkan rekam jejak diplomasi panjangnya.

Direktur HAM dan Migrasi Kemlu RI, Indah Nuria Savitri, menambahkan bahwa mandat ini prestisius di tengah dinamika geopolitik tinggi. Indonesia akan mendekati kepresidenan secara inklusif, berkomunikasi dengan negara anggota, pengamat, badan PBB, lembaga HAM nasional, dan masyarakat sipil.

Mengenai isu terkini seperti serangan AS ke Venezuela dan penangkapan Presiden Nicolas Maduro, Indah menjelaskan fokus Dewan HAM adalah pada situasi HAM internal Venezuela, bukan respons langsung terhadap dinamika eksternal. "Dinamika terbaru itu berada di luar mekanisme yang telah disepakati Dewan HAM," ujarnya. Belum ada permintaan sesi khusus, sehingga agenda tetap mengikuti rencana sebelumnya.

Sidharto juga mengapresiasi Presiden Dewan sebelumnya, Jorg Loeber, dan bertekad melanjutkan inisiatif efisiensi, menciptakan ruang saling menghormati, inklusif, dengan promosi kesetaraan gender dan partisipasi negara berkembang.

Artikel Terkait

UN Human Rights Council diplomats in Geneva adopt North Korea human rights resolution by consensus.
Gambar dihasilkan oleh AI

UN Human Rights Council adopts North Korea human rights resolution

Dilaporkan oleh AI Gambar dihasilkan oleh AI

The UN Human Rights Council in Geneva adopted this year's resolution on North Korea's human rights situation by consensus on Monday local time. Co-sponsored by South Korea and 49 other nations, the resolution strongly condemns systematic violations and urges immediate steps to end them. South Korea's foreign ministry noted its emphasis on dialogue, including inter-Korean talks.

Following initial de-escalation efforts including a proposed mediation visit by President Prabowo, Indonesia has postponed its 2026 D-8 Summit due to the worsening Middle East conflict and confirmed it did not co-sponsor UN Security Council Resolution 2817 condemning Iran's attacks on Gulf states.

Dilaporkan oleh AI

President Ferdinand Marcos Jr. reiterated the Philippines' bid for a United Nations Security Council seat while in New York. According to the Palace, Marcos met with UN Secretary-General António Guterres to discuss the matter. The Palace stated that the pursuit is not solely for the country's self-interest.

President Prabowo Subianto condemned the attack that killed three TNI soldiers on a UNIFIL mission in Lebanon and paid respects to their remains upon arrival at Soekarno-Hatta Airport on April 4, 2026. The government demanded UN security guarantees amid ongoing concerns for troop safety.

Dilaporkan oleh AI

President Ferdinand Marcos Jr. will attend sessions at the United Nations headquarters in New York on March 9 and 10 to call for peace in the Middle East and support the Philippines' bid for a UN Security Council seat. The visit comes amid an escalating conflict in the region that began on February 28 with coordinated US and Israeli strikes on Iran. At least two million Filipinos reside or work in the Middle East.

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak