Indosat Ooredoo Hutchison menghadirkan fitur berbasis AI untuk mendeteksi dan memblokir panggilan, pesan, serta tautan berisiko spam dan scam. Langkah ini diambil di tengah maraknya penipuan online di Indonesia yang menyebabkan kerugian hingga Rp9,1 triliun. Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria mendukung upaya ini sebagai bagian dari industri kejahatan siber yang merugikan negara Rp8,4 triliun.
Jakarta, 6 Februari 2026 – Menurut laporan State of Scams in Indonesia 2025 dari Global Anti-Scam Alliance, hampir dua pertiga masyarakat Indonesia pernah menghadapi upaya penipuan online, dengan lebih dari sepertiga menjadi korban dalam 12 bulan terakhir, rata-rata 2,2 kali per korban. Indonesia Anti-Scam Centre mencatat pengaduan sejak 22 November 2024 hingga 14 Januari 2026 dengan kerugian Rp9,1 triliun, sementara data telekomunikasi menunjukkan kerugian hingga Rp8,4 triliun akibat spam dan scam.
Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) merespons dengan meluncurkan fitur perlindungan berbasis AI melalui platform Wisely AI bekerja sama dengan Tanla. Fitur ini mendeteksi ancaman seperti penipuan OTP, phishing, dan undian palsu via SMS serta panggilan suara, yang meningkat saat hari raya, belanja online, dan pencairan bantuan sosial.
"Kami menghadirkan perlindungan yang lebih proaktif dan adaptif. Teknologi AI di jaringan kami membantu menyaring ancaman siber sebelum berdampak pada pelanggan," ujar Direktur Utama Indosat Vikram Sinha.
Sejak diluncurkan enam bulan lalu, lebih dari 2,5 juta pelanggan mengaktifkannya, mendeteksi 124 ribu nomor penipuan dan memblokir 2 miliar percobaan. Untuk pelanggan IM3, ada SATSPAM; untuk Tri, TRI AI dengan kode warna. Fitur termasuk auto blokir SMS, deteksi VoIP, notifikasi risiko, dan ringkasan di aplikasi myIM3 serta bima+.
Wakil Menteri Nezar Patria menyebut spam dan scam telah menjadi industri kejahatan siber. "Saya kira spam dan scam ini bisa dikatakan sudah menjelma menjadi sebuah industri kejahatan siber," katanya. Ia mengapresiasi Indosat dan mendorong kolaborasi, termasuk registrasi SIM biometrik untuk cegah pelaku berganti kartu. "Itu salah satu langkah yang kita lakukan. Ini juga untuk memberikan rasa aman buat semua pemakai jaringan digital yang ada di Indonesia," tegasnya.
Upaya ini menekankan perlunya keterlibatan semua pihak melawan ancaman digital yang semakin beragam.