Jio BlackRock Asset Management menggandeng distributor untuk mencapai pertumbuhan

Jio BlackRock Asset Management, sebuah perusahaan patungan antara Jio Financial milik Reliance Industries dan BlackRock, mengubah strategi penjualannya kurang dari setahun setelah peluncuran. Perusahaan yang awalnya melewati perantara ini, kini berencana menawarkan dana investasi khusus melalui distributor. Pergeseran ini bertujuan untuk menjangkau investor yang membutuhkan lebih banyak panduan.

Jio BlackRock Asset Management diluncurkan dengan pendekatan penjualan langsung, menghindari distributor reksa dana. Kini, perusahaan beralih untuk bermitra dengan para perantara tersebut guna memperluas jangkauan aset kelolaan ritelnya, sebagaimana dilaporkan oleh The Economic Times. Langkah ini diambil di tengah upaya untuk mendorong pertumbuhan di pasar yang kompetitif. Dana investasi khusus akan menjadi produk pertama yang ditawarkan melalui distributor, dengan rencana untuk menyertakan skema reksa dana dalam waktu dekat. Strategi ini menargetkan segmen pasar yang memerlukan saran tambahan untuk pengambilan keputusan investasi. Perusahaan patungan ini berupaya menyeimbangkan antara rencana langsung dengan penjualan yang dipimpin distributor untuk daya tarik yang lebih luas.

Artikel Terkait

Investment firm Cogence, in partnership with BlackRock, has launched diversified portfolios that provide retail investors access to private markets amid a shrinking universe of listed companies. Publicly listed firms now represent only 12% of global companies with over $100-million in revenue, pushing investors beyond the Johannesburg Stock Exchange. The move addresses the migration of value creation to private equity and credit, with projections for private markets to grow by nearly 50% by 2029.

Dilaporkan oleh AI

Reliance Industries' telecom arm, Jio Platforms, has informed bankers of plans to file its IPO prospectus as early as March. The move involves filing initial documents by the end of this month. Seventeen bankers have been appointed to manage what could become India's largest IPO.

Vanguard Funds, a top foreign institutional investor in India, saw its equity holdings in 48 BSE-listed companies reach Rs 69,100 crore as of February 27, 2026. This marks a 60% increase from Rs 43,047 crore in the March quarter, driven by strong performances in several stocks during FY26. The portfolio includes new investments in eight companies from the December 2025 quarter.

Dilaporkan oleh AI

Shapoorji Pallonji Group aims to raise about ₹25,000 crore through a bond issue scheduled for early April. The pricing for this fundraising is anticipated to be lower than in previous efforts. Factors such as better asset sale prospects and a possible settlement over its Tata Sons stake are enhancing investor interest.

 

 

 

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak