Laporan terbaru dari Kantor Inspektur Jenderal NASA menemukan bahwa fasilitas peluncuran di Kennedy Space Center sudah menua dan kesulitan memenuhi permintaan yang meningkat dari roket komersial. Penilaian tersebut menyoroti keterbatasan pada jalan, pasokan gas, dan landasan peluncuran seiring rencana SpaceX dan Blue Origin untuk melakukan penerbangan angkut berat secara rutin.
Laporan yang dirilis pekan ini menyatakan bahwa infrastruktur NASA di pelabuhan antariksa Florida tersebut sudah ketinggalan zaman dan kekurangan kapasitas bagi badan tersebut serta mitra-mitranya. Laporan itu mencatat bahwa jalur pasokan helium dan nitrogen, bersama dengan 231 mil jalan raya, melayani Kennedy dan Cape Canaveral Space Force Station.
Kekurangan nitrogen gas telah menyebabkan masalah penjadwalan selama misi New Glenn-1 pada Januari 2025. Peningkatan sistem senilai $25 juta hingga kini masih belum mendapatkan pendanaan, menurut laporan tersebut.
SpaceX telah memberi tahu NASA bahwa mereka berencana melakukan peluncuran Starship setiap delapan hari dari Launch Complex 39A. Proyeksi gabungan dari SpaceX dan Blue Origin mencapai 240 peluncuran kendaraan super berat per tahun pada tahun 2035. Anggaran untuk konstruksi dan pemeliharaan di Kennedy telah turun antara 11 hingga 47 persen sejak 2021 setelah disesuaikan dengan inflasi.