Virus cacar ular dapat mempercepat penuaan dan risiko demensia

Bukti menunjukkan bahwa reaktivasi virus varicella-zoster, yang menyebabkan cacar ular, dapat mempercepat penuaan dan meningkatkan risiko demensia. Para ilmuwan sedang meneliti apakah vaksin dan pengobatan antiviral dapat memberikan perlindungan bagi otak. Temuan ini muncul di tengah kekhawatiran tentang penurunan kognitif yang terkait dengan virus tersebut.

Virus varicella-zoster, yang bertanggung jawab atas cacar air dan kemudian cacar ular pada orang dewasa, telah dikaitkan dengan proses penuaan yang dipercepat. Menurut penelitian terbaru yang disorot dalam artikel Wired, reaktivasi berulang virus ini dapat berkontribusi pada penuaan biologis yang lebih cepat dan meningkatkan kemungkinan mengembangkan demensia.  Artikel tersebut menunjukkan bukti baru yang menunjukkan bahwa reaktivasi virus ini berperan dalam penurunan kesehatan kognitif. Hal itu menimbulkan pertanyaan tentang langkah pencegahan potensial, termasuk penggunaan vaksin dan antiviral untuk melindungi fungsi otak.  Satu kisah pribadi mengilustrasikan masalah ini: Pada 2010, seorang dosen universitas dari Colorado mulai menyadari tanda-tanda penurunan kognitif, yang mungkin terkait dengan pola yang lebih luas yang diamati dalam studi tentang virus tersebut.  Kata kunci yang terkait dengan topik ini meliputi sains, kesehatan, perawatan kesehatan, penuaan, dan cacar ular. Artikel ini diterbitkan pada 13 Maret 2026, menekankan perlunya penyelidikan lebih lanjut tentang bagaimana virus umum ini memengaruhi hasil kesehatan jangka panjang.

Artikel Terkait

Lab scene illustrating breakthrough Alzheimer's drug candidates: Zostavax vaccine, sildenafil (Viagra), riluzole with brain model and expert panel.
Gambar dihasilkan oleh AI

Para ahli tandai vaksin cacar air, sildenafil, dan riluzole sebagai kandidat utama repurposing Alzheimer

Dilaporkan oleh AI Gambar dihasilkan oleh AI Fakta terverifikasi

Studi yang dipimpin University of Exeter dan didanai Alzheimer’s Society telah mengidentifikasi tiga obat yang sudah disetujui—vaksin shingles Zostavax, sildenafil (Viagra), dan riluzole—sebagai kandidat 'prioritas' utama untuk diuji dalam uji klinis untuk penyakit Alzheimer, setelah tinjauan terstruktur terhadap 80 obat yang ada oleh panel ahli internasional.

Studi baru menunjukkan bahwa vaksin shingles mungkin memperlambat penuaan biologis dan mengurangi peradangan pada orang dewasa lanjut usia. Peneliti menganalisis data dari lebih dari 3.800 orang Amerika berusia 70 tahun ke atas, menemukan bahwa individu yang divaksinasi menunjukkan penanda penuaan yang lebih baik dibandingkan yang tidak. Temuan ini menyoroti manfaat kesehatan yang lebih luas potensial dari vaksin di luar pencegahan ruam.

Dilaporkan oleh AI

Sebuah penelitian baru menemukan bahwa vaksin herpes zoster mengurangi kejadian jantung sebesar 46% dan kematian sebesar 66% pada orang dengan penyakit jantung aterosklerosis. Penelitian yang dipresentasikan pada Sesi Ilmiah Tahunan American College of Cardiology ini meneliti lebih dari 246.000 orang dewasa Amerika Serikat yang berusia 50 tahun ke atas.

Peneliti dari University of California, Irvine melaporkan bahwa sistem pembelajaran mesin bernama SIGNET dapat menyimpulkan hubungan sebab-akibat antara gen di jaringan otak manusia, mengungkapkan penyetelan ulang regulasi gen yang luas—terutama di neuron eksitatori—dalam penyakit Alzheimer.

Dilaporkan oleh AI

Sebuah studi baru menemukan bahwa orang dewasa dengan kadar vitamin D yang lebih tinggi saat berusia 30-an dan 40-an cenderung memiliki kadar protein tau yang lebih rendah di otak mereka sekitar 16 tahun kemudian. Tau adalah biomarker utama yang dikaitkan dengan demensia. Penelitian yang diterbitkan minggu ini menyoroti faktor risiko yang berpotensi untuk diubah demi kesehatan otak.

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak