Film The Hostage’s Hero abadikan operasi pembebasan sandera TNI AL 2004

Film aksi militer The Hostage’s Hero menceritakan kisah nyata operasi TNI Angkatan Laut yang membebaskan 36 sandera dari perompak di Selat Malaka pada 2004. Film ini digagas oleh Kepala Staf TNI AL Laksamana TNI Muhammad Ali dan akan tayang di bioskop mulai 2 April 2026. Press conference diadakan di Epicentrum, Jakarta Selatan, pada 30 Maret 2026.

Film The Hostage’s Hero diangkat dari peristiwa nyata operasi senyap TNI AL di Selat Malaka lebih dari dua dekade lalu. Operasi tersebut berhasil menyelamatkan 36 sandera dari tangan perompak bersenjata.

Inisiatif pembuatan film ini berasal dari Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali. Produser dan sutradara ditugaskan untuk bertemu Laksamana Madya TNI (Purn.) Taufiqoerrochman di Sukabumi. Taufiqoerrochman menyampaikan, “Kalau cerita, jadi mungkin ini diawali dengan inisiatif Kasal untuk mengangkat kisah ini menjadi film ya. Ditugaskanlah produser dengan sutradara ke tempat saya, ke Sukabumi itu. Kemudian saya cerita, ya dari cerita melengkapi dari buku, dibuatlah skrip.”

Skenario ditulis bersama Taufiqoerrochman dan Kepala Dinas Sejarah Angkatan Laut Laksamana Pertama TNI I Made Wira Hady Arsanta Wardhana. Mereka memadukan bahasa operasi militer dengan elemen sineas agar film tetap historis namun menarik. “Jadi kami akan padukan— ini kata-katanya, padukan bahasa operasi dengan bahasa sineas. Ketemulah itu,” ujar Taufiqoerrochman.

Purnawirawan itu menekankan pentingnya sentuhan drama untuk penonton bioskop. “Kalau murni cerita saya kan dokumenter gitu, bukan lagi tontonan, nanti di museum saja gitu. Tapi karena untuk di bioskop, maka saya serahkan ke insan perfilman. Saya kan enggak tahu, tapi saya kasih garis merahnya ini,” tambahnya. Film dibintangi Donny Alamsyah.

Artikel Terkait

Remains of three Indonesian soldiers arrive at Jakarta's Soekarno-Hatta Airport for a ceremonial tribute following their deaths in Lebanon.
Gambar dihasilkan oleh AI

Remains of three Indonesian soldiers arrive in Jakarta from Lebanon

Dilaporkan oleh AI Gambar dihasilkan oleh AI

The remains of three Indonesian soldiers killed in the UNIFIL mission in Lebanon arrived at Soekarno-Hatta Airport on Saturday afternoon. They died on March 29-30 from attacks in southern Lebanon, followed by injuries to three others on April 3. The government held a welcoming ceremony as a final tribute.

Three TNI soldiers accused of kidnapping and murdering bank branch head MIP apologized tearfully at the Military Court II-08 in Jakarta. They admitted being motivated by promises of Rp 200 million and economic factors. The hearing took place on Tuesday in Cakung, East Jakarta.

Dilaporkan oleh AI

TNI Chief General Agus Subiyanto honored Major Infantry Zulmi Aditya Iskandar as the 'best soldier' during his military funeral in Bandung on April 5, 2026, following the deaths of three Indonesian peacekeepers in Lebanon's UNIFIL mission. Army Chief General Maruli Simanjuntak, at the April 4 repatriation ceremony, pledged full state support for the families.

Nine Indonesian citizens participating in the Global Sumud Flotilla humanitarian mission have been released by Israeli authorities. They have now arrived in Istanbul, Turkey, in good health and will soon be repatriated.

Dilaporkan oleh AI

Human Rights Minister Natalius Pigai rejected proposals to shoot robbers on the spot without legal process. He stressed that all criminals must be captured alive for proper legal proceedings.

Shinya Tsukamoto’s drama ‘Mr. Nelson, Did You Kill People?’, centered on a Vietnam War veteran’s torment, will release in Japanese cinemas. The film completes the director’s informal trilogy of 20th-century war stories, following ‘Fires on the Plain’ and ‘Shadow of Fire’. The announcement comes on National Vietnam War Veterans Day, March 29.

Dilaporkan oleh AI

President Prabowo Subianto invited journalists, observers, and experts to his Hambalang residence in Bogor for a 6.5-hour deep discussion. The meeting covered current issues and strategic domestic policies. It took place from Tuesday evening to Wednesday early morning.

 

 

 

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak