Seorang ayah di Wisconsin divonis karena mengunci enam anaknya di dalam unit penyimpanan

Seorang hakim di Milwaukee menjatuhkan hukuman lima tahun penjara kepada Charles A. Dupriest karena mengunci enam anak kecilnya di dalam unit penyimpanan semalaman, sementara ia tidur di dalam mobil SUV bersama istri dan anjingnya. Ayah berusia 33 tahun tersebut dinyatakan bersalah atas sembilan dakwaan, termasuk lima dakwaan tindak pidana penelantaran anak. Pengadilan menekankan akuntabilitas di atas faktor kemiskinan sebagai dasar hukuman tersebut.

Pada tanggal 10 April, Dupriest hadir di pengadilan setelah juri menyatakan dirinya bersalah atas berbagai dakwaan, termasuk kepemilikan senjata api oleh seorang narapidana. Hakim menjatuhkan hukuman lima tahun penjara diikuti dengan lima tahun pengawasan lanjutan, serta mewajibkan mengikuti kelas pengasuhan anak dan perawatan kesehatan mental. Hukuman penjara tersebut berjalan serentak dengan dakwaan penelantaran anak, dengan masa tahanan yang berkaitan dengan dakwaan kepemilikan senjata api. Sang ibu, Zielinski, sebelumnya telah mengaku bersalah atas tindak pidana ringan penelantaran anak dan menerima masa percobaan. Jaksa berargumen bahwa kasus ini berpusat pada pilihan yang berbahaya, bukan kesulitan ekonomi. 'Tuan Dupriest mungkin mencintai anak-anaknya, tetapi mencegah bahaya di masa depan membutuhkan lebih dari sekadar itu,' ungkap jaksa. 'Ini membutuhkan akuntabilitas. Ini membutuhkan komitmen nyata untuk berubah.' Dupriest mengakui dampaknya dengan mengatakan, 'Saya mengerti situasinya sangat serius. Hal ini telah memengaruhi mereka. Ketidakhadiran saya telah memengaruhi mereka.' Hakim mencatat bahwa hukuman difokuskan pada pilihan-pilihan yang membahayakan anak-anak, yang berusia mulai dari bayi 2 bulan hingga anak berusia 9 tahun. Polisi menemukan anak-anak tersebut pada 16 September sekitar pukul 01.33 dini hari di unit B58 di Storsafe di blok 5500 North 27th Street, menanggapi tangisan seorang bayi. Petugas memotong gembok untuk memasuki ruangan yang gelap gulita, yang berisi sofa, tempat tidur, tumpukan barang, dan ember yang digunakan sebagai toilet di tengah bau busuk. Anak berusia 9 tahun tersebut memberi tahu detektif bahwa dia menjaga saudara-saudaranya separuh waktu, memberi makan bayi, dan tidak memiliki telepon untuk keadaan darurat. Seorang anak perempuan berusia 5 tahun mengatakan dia merasa sedih dan marah, serta kecewa karena anjing tidur di dalam mobil. Orang tua ditemukan sedang tidur di sebuah Ford Expedition di dekat lokasi pada pukul 02.11 dini hari, mengakui bahwa mereka tidak memiliki tempat tinggal tetapi kerabat sebenarnya bisa menampung anak-anak tersebut.

Artikel Terkait

Azyia C. Zielinski received 18 months of probation from a Milwaukee County judge after pleading guilty to two misdemeanor counts of child neglect. She and her husband had locked their six children, including a 2-month-old infant, inside a storage unit overnight with only a bucket for a toilet. The incident came to light in September 2025 when police responded to cries from the unit.

Dilaporkan oleh AI

A 24-year-old Wisconsin woman received probation after pleading no contest to child neglect charges for leaving three toddlers alone in a parked vehicle for nearly 90 minutes.

Christopher Milke, 53, received two life sentences plus additional decades in prison for the first-degree murder of his longtime partner Tammy Leslie and related charges. The September 2024 killing occurred in their Gage County home, where Milke also held their two children hostage by sealing exits and confiscating their phones. A judge highlighted Milke's lack of remorse during sentencing on March 19.

Dilaporkan oleh AI

The Provincial Court of Asturias sentenced Christian Steffen and Melissa Ann Steffen on Monday to two years and ten months in prison for habitual psychological violence and family abandonment. The German-origin parents kept their three children isolated for nearly four years in a home in Fitoria.

 

 

 

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak