Kanker Paru-paru
Studi terhadap pasien kanker paru-paru muda menemukan skor kualitas diet yang tinggi secara tak terduga; peneliti selidiki kemungkinan paparan pestisida
Dilaporkan oleh AI Gambar dihasilkan oleh AI Fakta terverifikasi
Penelitian awal dari USC Norris Comprehensive Cancer Center, yang dipresentasikan pada pertemuan tahunan American Association for Cancer Research (AACR), menemukan bahwa mereka yang bukan perokok dan didiagnosis menderita kanker paru-paru sebelum usia 50 tahun melaporkan lebih banyak mengonsumsi buah-buahan, sayuran, dan biji-bijian—serta memiliki skor Healthy Eating Index keseluruhan yang lebih tinggi—dibandingkan rata-rata populasi AS. Para peneliti menekankan bahwa hasil tersebut tidak membuktikan diet menyebabkan kanker paru-paru dan menyatakan bahwa kemungkinan penjelasan yang dapat melibatkan paparan lingkungan seperti pestisida adalah hipotesis yang memerlukan pengujian langsung.
A study shows that advanced lung cancer patients receiving immunochemotherapy earlier in the day survive longer. A Hong Kong medical expert says the discovery opens possibilities for optimal treatment times, though more research is needed. The research was led by academics from Hunan Cancer Hospital in mainland China and supported by the Chinese University of Hong Kong’s faculty of medicine.
Dilaporkan oleh AI
Peneliti di Jepang telah mengungkap bagaimana sel kanker menggunakan vesikel kecil untuk menyebarkan protein penekan imun PD-L1, menjelaskan mengapa imunoterapi sering gagal. Protein bernama UBL3 mengarahkan proses ini, tetapi statin umum dapat mengganggunya, berpotensi meningkatkan efektivitas pengobatan. Temuan dari sampel pasien dan tes laboratorium menyarankan cara sederhana untuk meningkatkan hasil bagi pasien kanker paru.
Para ilmuwan dari Francis Crick Institute dan Vividion Therapeutics telah mengembangkan senyawa kimia yang mencegah gen RAS memberi sinyal pertumbuhan tumor melalui jalur PI3K. Pengobatan tersebut menghentikan pertumbuhan tumor pada model tikus kanker paru-paru dan payudara tanpa menyebabkan efek samping seperti hiperglikemia. Kini sedang memasuki uji klinis manusia.
Dilaporkan oleh AI
Peneliti telah mengidentifikasi biomarker protein baru yang mendeteksi kanker paru-paru pada tahap awal dengan akurasi tinggi. Penemuan ini, yang dirinci dalam studi terbaru, dapat meningkatkan metode skrining dan memperbaiki hasil pasien. Uji klinis menunjukkan hasil menjanjikan dalam mengidentifikasi penyakit sebelum gejala muncul.