Di era di mana privasi menghadapi ancaman konstan, orang biasa membalikkan skrip dengan memantau penegak hukum seketat mereka diawasi. Perubahan ini menantang gagasan tradisional pengawasan yang didominasi oleh otoritas. Sebuah artikel terbaru menyoroti dinamika yang berkembang ini.
Konsep negara pengawasan telah lama dikaitkan dengan pengawasan pemerintah dan polisi terhadap warga, tetapi perspektif baru menunjukkan bahwa dinamika kekuasaan sedang berubah. Menurut publikasi Wired tanggal 29 Desember 2025, warga sipil secara aktif membalikkan keadaan, menggunakan teknologi dan kesadaran untuk mengamati aktivitas polisi dengan intensitas yang sama. Pengawasan timbal balik ini bertujuan untuk mempertanggungjawabkan otoritas dan merebut kembali beberapa kendali atas privasi pribadi.
Artikel berjudul 'The New Surveillance State Is You' berargumen bahwa meskipun privasi mungkin tampak usang di hadapan pemantauan yang meluas, individu bukan korban pasif. Sebaliknya, mereka menjadi peserta aktif dalam ekosistem pengawasan. Kata kunci yang terkait dengan karya tersebut mencakup pengawasan, pemerintah, polisi, keamanan, dan privasi, yang menekankan persimpangan tema-tema ini.
Sebuah pernyataan tajam dalam konten menyatakan, 'Privacy isn’t dead. Just ask Kristi Noem,' yang menyiratkan bahwa tokoh seperti gubernur South Dakota mewakili pandangan di mana perlindungan privasi tetap layak meskipun ada tantangan. Referensi ini ke Noem menunjukkan bahwa sikap atau tindakannya mungkin menjadi contoh perlawanan atau adaptasi dalam konteks ini.
Secara keseluruhan, diskusi tersebut merangkum ulang pengawasan bukan sebagai jalan searah tetapi sebagai pertukaran timbal balik, yang berpotensi mengarah pada transparansi yang lebih besar di kedua sisi. Namun, itu juga menimbulkan pertanyaan tentang implikasi bagi kebebasan sipil dan keamanan dalam lanskap pemantauan dua arah ini.