Teleskop sinar-X ringkas dapat memetakan komposisi kimia Bulan

Para peneliti di Tokyo Metropolitan University menunjukkan melalui simulasi bahwa teleskop sinar-X yang ringan dapat menghasilkan peta kimia lengkap pertama dari permukaan Bulan.

Sebuah tim yang dipimpin oleh Airi Toida dan Profesor Yuichiro Ezoe mengembangkan konsep teleskop ringkas dengan berat kurang dari sepuluh kilogram. Instrumen tersebut awalnya dirancang untuk magnetosfer Bumi dan telah diuji dalam kondisi radiasi ekstrem. Simulasi menunjukkan bahwa satu teleskop semacam itu di satelit pengorbit Bulan dapat memetakan oksigen, besi, magnesium, aluminium, dan silikon di seluruh Bulan dalam waktu sekitar dua tahun. Susunan detektor lima kali lima dapat menyelesaikan tugas tersebut dalam satu tahun dan juga mendeteksi natrium pada resolusi yang lebih tinggi. Karya yang diterbitkan dalam Earth, Planets and Space ini mengandalkan pengamatan selama badai matahari ketika pencahayaan sinar-X berada pada titik terkuatnya. Penelitian ini menjawab kesenjangan yang ditinggalkan oleh peta parsial sebelumnya dari misi Apollo dan Chandrayaan. Riset ini menerima dukungan dari JSPS KAKENHI dengan Nomor Hibah 21H04972.

Artikel Terkait

Teleskop Luar Angkasa James Webb milik NASA telah mengamati super Bumi 55 Cancri e dan menemukan bukti adanya atmosfer kaya hidrogen. Planet yang terletak 41 tahun cahaya dari Bumi ini memiliki permukaan yang cukup panas untuk melelehkan batu akibat orbitnya yang sangat dekat dengan bintang induknya.

Dilaporkan oleh AI

Wahana antariksa Tianwen-2 milik Badan Antariksa Nasional Tiongkok telah berhasil melakukan pertemuan dengan asteroid Kamo’oalewa. Pesawat luar angkasa tersebut mengirimkan gambar pertama objek dekat Bumi ini. Para pejabat kini berencana untuk mendarat di permukaannya dan mengumpulkan sampel untuk dibawa kembali ke Bumi.

Para ilmuwan telah mengonfirmasi bahwa instrumen MOMA pada penjelajah Rosalind Franklin mampu membedakan versi cermin dari dua molekul organik stabil yang dapat menyimpan bukti kehidupan masa lalu di Mars. Pengujian tersebut juga mengungkap kontaminasi tak terduga pada sampel dari meteorit Murchison.

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak