Pemerintah Provinsi DKI Jakarta resmi meluncurkan rute baru Transjabodetabek SH2 dari Blok M ke Bandara Soekarno-Hatta pada 12 Maret 2026. Rute ini beroperasi dengan tarif tetap Rp3.500 selama tiga bulan pertama. Layanan ini diharapkan mengurangi kemacetan dan menjadi alternatif transportasi murah ke bandara.
Pada Kamis, 12 Maret 2026, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo meresmikan rute baru Transjabodetabek SH2 di Halte Blok M, Jakarta Selatan. Rute ini menghubungkan Blok M dengan Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) sepanjang 65,1 kilometer, dengan durasi perjalanan sekitar 121 menit. Bus akan berhenti di 23 titik, termasuk Bus stop Blok M Jalur 6, Bus stop Bundaran Senayan 2, hingga Bs Bundaran Senayan 1. Sebanyak 14 bus disediakan, dengan waktu tunggu 10 hingga 20 menit.
"Hari ini kita memulai sesuatu yang baru yang ditunggu oleh masyarakat, yaitu untuk meresmikan layanan Transjabodetabek SH2 Blok M - Bandara Soekarno-Hatta," kata Pramono Anung.
Tarif saat ini sama dengan rute lainnya, yaitu Rp2.000 dari pukul 05.00 hingga 07.00 WIB dan Rp3.500 setelahnya. Namun, untuk tiga bulan ke depan, khususnya menyambut Idul Fitri, tarif ditetapkan tetap Rp3.500. "Pemerintah DKI Jakarta sudah memutuskan selama tiga bulan... kami akan menetapkan tarifnya tetap Rp3.500 selama 3 bulan ini. Setelah itu kami akan melakukan evaluasi," ujar Pramono. Evaluasi ini diperlukan karena beban subsidi yang besar, dengan rencana tarif masa depan Rp10.000 atau Rp15.000, mengingat rute panjang, bus baru, dan biaya parkir di terminal bandara.
Wali Kota Tangerang Sachrudin mengapresiasi peluncuran ini, karena banyak warga Tangerang bekerja di Jakarta dan rute ini dapat meminimalisir kemacetan di jalur lintas seperti Jalan Daan Mogot dan Gatot Subroto. Pramono yakin rute ini akan populer dibandingkan Damri Rp80.000, taksi di atas Rp200.000, atau GoCar Rp125.000.