Direktur eksekutif Indef Esther Sri Astuti mengatakan penerapan B50 berisiko meningkatkan biaya pemeliharaan mesin kendaraan.
Esther Sri Astuti menyampaikan pernyataan tersebut pada Senin di Jakarta. Ia menjelaskan bahwa mesin diesel lama tidak dirancang untuk campuran minyak nabati tinggi sehingga membutuhkan perawatan tambahan.
Pada sektor pertambangan biaya pemeliharaan mesin berpotensi naik hingga 10 persen. Sifat higroskopis bahan bakar nabati juga memerlukan penyimpanan kedap air.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyatakan B50 akan mengurangi impor solar 4 juta kiloliter per tahun dan menghemat devisa Rp 157,28 triliun. Kebijakan ini diproyeksikan menyerap 2,21 juta tenaga kerja.