Grammarly menonaktifkan fitur ulasan ahli AI di tengah gugatan hukum

Superhuman, perusahaan di balik alat penulisan Grammarly, telah menonaktifkan fitur Ulasan Ahli setelah keluhan dan gugatan class action. Alat tersebut menggunakan AI untuk menghasilkan umpan balik penulisan yang dikaitkan dengan penulis terkenal dan akademisi tanpa persetujuan mereka. CEO Shishir Mehrotra mengumumkan penonaktifan pada 11 Maret 2026.

Superhuman meluncurkan fitur Ulasan Ahli untuk Grammarly pada Agustus, memungkinkan pengguna menerima umpan balik yang dihasilkan AI pada tulisan mereka yang tampak berasal dari tokoh terkenal seperti pemikir ilmiah, penulis fiksi terlaris, dan blogger teknologi. Saran-saran ini didasarkan pada «informasi yang tersedia secara publik dari LLM pihak ketiga», menurut perusahaan. Fitur tersebut mencakup para ahli baik yang masih hidup maupun yang telah meninggal, dengan nama mereka ditampilkan tanpa izin atau pengetahuan mereka. Grammarly menyertakan pernyataan penyangkalan yang menyatakan, «Referensi terhadap para ahli dalam produk ini hanya untuk tujuan informasional semata dan tidak menunjukkan adanya afiliasi dengan Grammarly atau dukungan oleh individu atau entitas tersebut.» Alat tersebut menuai kritik dari penulis yang masih hidup, yang mengarah pada upaya gugatan class action terhadap Superhuman. Sebagai tanggapan, perusahaan awalnya menawarkan opsi keluar bagi individu yang terkena dampak. Namun, pada 11 Maret 2026, CEO Superhuman Shishir Mehrotra mengumumkan melalui LinkedIn bahwa fitur tersebut akan dinonaktifkan sementara perusahaan mengevaluasi ulang. Mehrotra menjelaskan, «Agen tersebut dirancang untuk membantu pengguna menemukan perspektif berpengaruh dan karya ilmiah yang relevan dengan pekerjaan mereka, sambil juga menyediakan cara yang bermakna bagi para ahli untuk membangun hubungan yang lebih dalam dengan penggemar mereka.» Gugatan class action tersebut, yang dikonfirmasi masih menunggu, menuduh penggunaan nama para ahli secara tidak sah dalam alat AI. Superhuman belum memberikan detail lebih lanjut tentang proses evaluasi ulang atau jadwal potensial untuk peluncuran kembali.

Artikel Terkait

Realistic illustration of the 'Shy Girl' novel recalled by Hachette amid AI-generated content scandal, with glitchy pages and warning stamp.
Gambar dihasilkan oleh AI

Hachette pulls 'Shy Girl' from US and UK markets over AI content allegations

Dilaporkan oleh AI Gambar dihasilkan oleh AI

Hachette Book Group has canceled the planned US release and discontinued the UK edition of Mia Ballard's horror novel Shy Girl following a New York Times investigation alleging AI-generated text. The self-published title drew reader suspicions over repetitive prose and linguistic patterns. Author Ballard denies personal AI use, blaming an editor or acquaintance, and says the scandal has devastated her mental health.

Doctors, lawyers, and travel advisors are reportedly feeling slighted when clients use AI chatbots to verify their advice.

Dilaporkan oleh AI

Anthropic has released a beta add-on bringing its Claude AI assistant to Microsoft Word, available now to customers on Team and Enterprise plans. The integration allows users to generate new content, edit documents, and handle comments within the app. It offers an alternative to Microsoft's Copilot.

Meta is deploying software on US employees' work computers to monitor keystrokes, clicks, mouse movements, and screenshots in work apps for AI training data. Internal memos reveal no opt-out option, sparking employee discomfort, as the company invests billions in AI while cutting thousands of jobs.

Dilaporkan oleh AI

A new research paper demonstrates that large language models can identify real identities behind anonymous online usernames with high accuracy. The method, costing as little as $4 per person, analyzes posts for clues and cross-references them across the internet. Researchers from ETH Zurich, Anthropic, and MATS warn of reduced online privacy.

OpenAI has decided to pause its planned 'adult mode' for ChatGPT indefinitely, focusing instead on core products. The move comes days after discontinuing its Sora video tool. CEO Sam Altman is prioritizing ChatGPT, Codex, and the Atlas AI browser amid competitive pressures.

Dilaporkan oleh AI

Anthropic has released a new cyber-focused AI model called Mythos, capable of detecting software flaws faster than humans and generating exploits. The model has raised alarms among governments and companies for potentially turbocharging hacking by exposing vulnerabilities quicker than they can be patched. Officials worldwide are scrambling to assess the risks.

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak