Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya menegaskan tidak berniat mundur dari jabatannya di tengah dinamika internal organisasi. Ia menolak desakan dari Majelis Syuriyah yang memintanya mengundurkan diri terkait undangan ulama pendukung Israel ke acara NU. Gus Yahya berharap rekonsiliasi segera terwujud untuk menjaga keutuhan NU.
Yahya Cholil Staquf, atau Gus Yahya, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) sejak Muktamar Ke-34 pada 2021, menyatakan masa jabatannya berlaku lima tahun dan akan dijalankan penuh. Pernyataan ini disampaikan usai rapat koordinasi dengan Pimpinan Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) di Surabaya, Jawa Timur, pada Minggu dini hari, 23 November 2025.
Dinamika internal muncul setelah rapat harian Syuriyah PBNU pada Kamis, 20 November 2025, yang menghasilkan risalah meminta Gus Yahya mundur. Dokumen tersebut beredar di media dan masyarakat, tetapi Gus Yahya mengklaim belum menerima surat resmi apa pun. Ia menekankan perlunya verifikasi keabsahan, seperti melalui tanda tangan digital yang biasa digunakan organisasi. "Syuriyah PBNU juga tidak memiliki kewenangan untuk memberhentikan jabatan ketua umum," katanya.
Pemicu utama adalah undangan Gus Yahya kepada Peter Berkowitz, ulama dan mantan pejabat AS yang mendukung kampanye militer Israel di Gaza, ke acara pelatihan internal NU pada Agustus 2025. Berkowitz berbicara tentang sejarah pemikiran politik Barat di seminar NU. Rais Aam PBNU memberi waktu tiga hari bagi Gus Yahya untuk mundur atau berpotensi diberhentikan. Media Israel, Times of Israel, menyoroti isu ini, mencatat permintaan maaf Gus Yahya atas kelalaian memeriksa latar belakang Berkowitz. Ia menegaskan sikap mengutuk "tindakan genosida Israel di Gaza," meskipun Israel membantah tuduhan tersebut pasca-serangan Hamas 7 Oktober 2023 yang menewaskan sekitar 1.200 orang dan menyandera 251 warga.
Gus Yahya menepis rumor aliran dana ratusan miliar, menyatakan tidak akan bertindak tanpa bukti jelas. Ia telah berkomunikasi dengan Syuriyah dan dijadwalkan bertemu ulama pada 23 November 2025 untuk diskusi, nasihat, dan doa guna menjaga keutuhan NU, organisasi dengan sekitar 100 juta anggota di Indonesia yang tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel dan konsisten mengkritik tindakan di Gaza.
Ia berkomitmen mencari jalan keluar terbaik demi kemaslahatan NU dan bangsa, berharap rekonsiliasi dengan kiai sepuh dan struktur terkait segera terwujud.