Setelah seruan video mendesak dari pesepakbola India terkemuka ke FIFA terkait krisis Indian Super League (ISL) 2025-26, All India Football Federation (AIFF) mengumumkan pada 3 Januari 2026 bahwa mereka akan langsung menyelenggarakan musim yang tertunda, memberikan bantuan di tengah negosiasi yang macet untuk mitra komersial.
Video emosional para pemain "Save Indian Football", dirilis pada 2 Januari dan menampilkan bintang seperti Sunil Chhetri, Gurpreet Singh Sandhu, Sandesh Jhingan, dan Hugo Boumous, menyoroti dampak humaniter, olahraga, dan ekonomi dari penghentian ISL di pertengahan 2025 karena berakhirnya Master Rights Agreement dan kegagalan tender untuk mitra baru. Seperti yang dilaporkan sebelumnya, mereka memperingatkan 'kelumpuhan permanen' dan mendesak intervensi FIFA.
Dipicu oleh sorak-sorai ini dan laporan dari Komite Koordinasi (dibentuk 20 Desember 2025), AIFF mengadakan pertemuan darurat pada 3 Januari. Mereka memutuskan untuk mengambil kendali langsung atas musim 2025-26, dengan pertandingan diharapkan dimulai minggu depan. Langkah ini mengatasi kekhawatiran klub, upah pemain yang belum dibayar, dan frustrasi penggemar setelah berbulan-bulan ketidakpastian, termasuk operasi singkat Super Cup dan proses yang didukung Mahkamah Agung.
Aktor Bollywood John Abraham, pemilik bersama Northeast United FC, menggemakan seruan para pemain, menyebut situasi itu sebagai 'malu'. Intervensi ini memberikan peta jalan ke depan, berpotensi mencegah krisis yang lebih dalam.