Partai Republik mendesak pengesahan SAVE America Act menyusul putusan Mahkamah Agung yang mengizinkan negara bagian untuk menghitung surat suara melalui pos yang diterima setelah Hari Pemilihan asalkan dicap pos tepat waktu.
Putusan 5-4 tersebut mengizinkan negara bagian untuk menerima surat suara yang dicap pos tepat waktu namun tiba terlambat. Senator Missouri, Eric Schmitt, menyebut putusan itu "sangat keliru" dan menyatakan hal tersebut "buruk bagi integritas pemilu." Gubernur Florida, Ron DeSantis, mencatat bahwa ini adalah "kekalahan bagi integritas pemilu" namun mengatakan negaranya akan tetap menghitung surat suara yang tiba paling lambat pada Hari Pemilihan. Ketua RNC, Joe Gruters, mengatakan putusan tersebut membuat langkah Kongres untuk mengesahkan undang-undang tersebut "semakin mendesak." Rancangan undang-undang ini akan mensyaratkan bukti kewarganegaraan dan menambahkan aturan identitas untuk surat suara melalui pos. Anggota Kongres, Greg Steube, meminta Senat untuk mengakhiri filibuster guna memajukan pembahasan rancangan undang-undang tersebut. Pemimpin Minoritas Senat, Chuck Schumer, memuji putusan tersebut dan bersumpah bahwa Partai Demokrat akan menghalangi legislasi tersebut. Ketua DNC, Ken Martin, menuduh Partai Republik berusaha untuk "memanipulasi sistem."