Partai Republik menyerukan pengesahan SAVE America Act setelah putusan Mahkamah Agung terkait surat suara pos

Partai Republik mendesak pengesahan SAVE America Act menyusul putusan Mahkamah Agung yang mengizinkan negara bagian untuk menghitung surat suara melalui pos yang diterima setelah Hari Pemilihan asalkan dicap pos tepat waktu.

Putusan 5-4 tersebut mengizinkan negara bagian untuk menerima surat suara yang dicap pos tepat waktu namun tiba terlambat. Senator Missouri, Eric Schmitt, menyebut putusan itu "sangat keliru" dan menyatakan hal tersebut "buruk bagi integritas pemilu." Gubernur Florida, Ron DeSantis, mencatat bahwa ini adalah "kekalahan bagi integritas pemilu" namun mengatakan negaranya akan tetap menghitung surat suara yang tiba paling lambat pada Hari Pemilihan. Ketua RNC, Joe Gruters, mengatakan putusan tersebut membuat langkah Kongres untuk mengesahkan undang-undang tersebut "semakin mendesak." Rancangan undang-undang ini akan mensyaratkan bukti kewarganegaraan dan menambahkan aturan identitas untuk surat suara melalui pos. Anggota Kongres, Greg Steube, meminta Senat untuk mengakhiri filibuster guna memajukan pembahasan rancangan undang-undang tersebut. Pemimpin Minoritas Senat, Chuck Schumer, memuji putusan tersebut dan bersumpah bahwa Partai Demokrat akan menghalangi legislasi tersebut. Ketua DNC, Ken Martin, menuduh Partai Republik berusaha untuk "memanipulasi sistem."

Artikel Terkait

Illustration of the Supreme Court building and mail ballots for a news article on the mail ballot grace period ruling.
Gambar dihasilkan oleh AI

Supreme Court upholds mail ballot grace periods in 5-4 ruling

Dilaporkan oleh AI Gambar dihasilkan oleh AI

The U.S. Supreme Court on Monday upheld a Mississippi law allowing election officials to count mail-in ballots postmarked by Election Day but received up to five days later. The 5-4 decision rejected a challenge by the Republican National Committee. It preserves practices used in about 18 states and territories.

President Trump has declined to sign a bipartisan housing affordability bill this week, citing the lack of Senate action on the SAVE America Act voting legislation.

Dilaporkan oleh AI

President Trump abruptly canceled a planned signing ceremony for bipartisan housing affordability legislation on Wednesday. He demanded that Congress first pass the SAVE America Act, his priority elections overhaul bill. The move heightened tensions with Senate Republicans already frustrated by his handling of the Iran War.

The U.S. Supreme Court ruled 6-3 on April 29 that Louisiana's congressional map, which included a second majority-Black district, constitutes an unconstitutional racial gerrymander. Justice Samuel Alito wrote for the majority that Section 2 of the Voting Rights Act requires proof of intentional discrimination, not just disparate impact. The decision, in Louisiana v. Callais, limits race-based redistricting and prompts new maps in several states.

Dilaporkan oleh AI

The U.S. Supreme Court issued an order on Monday allowing its April 29 decision in Louisiana v. Callais to take immediate effect, bypassing the usual 32-day waiting period. This enables Louisiana to cancel its congressional primaries and redraw maps before the 2026 midterms. The move sparked a sharp exchange between Justice Samuel Alito's concurrence and Justice Ketanji Brown Jackson's dissent.

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak