Proyek penghapusan karbon Running Tide berakhir dengan pembuangan kayu ke lautan

Running Tide, perusahaan yang didukung Microsoft, Stripe, dan Shopify, menjanjikan penghapusan karbon inovatif tetapi akhirnya membuang ribuan ton serpihan kayu ke laut. Usaha tersebut, yang memposisikan diri di garis depan teknologi lingkungan, tampak gagal tanpa banyak perhatian. Perkembangan ini menyoroti tantangan di bidang penangkapan karbon yang sedang berkembang.

Running Tide muncul sebagai pemain menjanjikan dalam penghapusan karbon, mendapatkan dukungan dari korporasi besar termasuk Microsoft, Stripe, dan Shopify. Perusahaan tersebut bertujuan memimpin kemajuan dalam mitigasi emisi karbon melalui metode berbasis lautan. Namun, upayanya berakhir secara dramatis dengan melepaskan ribuan ton serpihan kayu langsung ke laut, langkah yang menimbulkan pertanyaan tentang efektivitas dan dampak lingkungannya.

Lintas perjalanan proyek tersebut menggarisbawahi ketidakpastian dalam penskalaan teknologi penghapusan karbon baru. Meskipun dukungan awal menunjukkan potensi terobosan dalam mengatasi perubahan iklim, hasilnya mengungkap hambatan praktis dan mungkin etis. Operasi tampak terikat dengan lingkungan samudra, dengan hubungan ke Islandia dicatat dalam diskusi terkait.

Kasus ini menjadi cerita peringatan bagi investor dan inovator di sektor keberlanjutan, di mana ekspektasi tinggi sering bertabrakan dengan implementasi dunia nyata. Cerita ini, didukung oleh Pulitzer Center, menekankan perlunya validasi ketat dalam inisiatif lingkungan.

Artikel Terkait

Researchers conducted a trial in the Gulf of Maine, pouring 65,000 litres of sodium hydroxide into the ocean in August 2025, which removed up to 10 tonnes of carbon dioxide from the atmosphere. The experiment, the first ship-based alkalinity enhancement test, showed no significant impact on marine life. Initial findings were announced at the Ocean Sciences Meeting in Glasgow on 25 February.

Dilaporkan oleh AI

Tapestry, parent company of Coach and Kate Spade, has signed a 10-year partnership with Swiss startup Climeworks to offset its Scope 1 emissions. The move comes amid US political backlash against ESG initiatives. Logan Duran, Tapestry's global head of ESG and sustainability, emphasized the need for long-term carbon removal solutions.

The Forest Stewardship Council is developing a royalty system to pay forest owners each time their fibers are reused, aiming to promote a circular bioeconomy and reduce deforestation pressure. Loa Dalgaard Worm, leader of the FSC's Circularity Hub launched in 2023, discussed these initiatives in a recent podcast. The approach seeks to update the organization's 30-year-old certification standards for sustainable material flows.

Dilaporkan oleh AI

A rigorous analysis of 44 carbon credit projects found that most reduced deforestation to some degree, yet they issued credits for nearly 11 times more forest protection than actually occurred on average.

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak