Pengacara Sarwendah Bantah Isu Kerugian Rp20 Miliar

Tim kuasa hukum Sarwendah membantah rumor kebangkrutan yang menyebut kerugian mencapai Rp20 miliar akibat absen dari siaran langsung.

Chris Sam Siwu, kuasa hukum Sarwendah, menyatakan angka kerugian Rp20 miliar yang beredar di media sosial adalah hoaks. Ia menegaskan kliennya tidak pernah menghitung potensi kerugian materi secara rinci.

Menurut Chris, hal yang paling berharga bagi Sarwendah adalah anak-anaknya. Kerugian material apa pun tidak memiliki arti dibandingkan dengan itu.

Pernyataan ini membantah spekulasi bahwa Sarwendah bangkrut karena tidak lagi melakukan aktivitas siaran langsung bersama sosok yang disebut dekat dengannya. Hingga kini tidak ada bukti yang mendukung klaim tersebut.

Chris juga menyebut Sarwendah berusaha menerima berbagai kritik di media sosial meski merasa sedih atas tudingan yang diarahkan kepadanya.

Artikel Terkait

Illustration of Ruben Onsu and Sarwendah in a heated dispute over child support for a news article.
Gambar dihasilkan oleh AI

Ruben Onsu and Sarwendah trade rebuttals over child support and cong label

Dilaporkan oleh AI Gambar dihasilkan oleh AI

Ruben Onsu denied accusations of neglecting child support after a viral video showed harsh statements from Sarwendah's side. Sarwendah had earlier said she did not need Rp200 million and referenced the term cong during a live stream.

An old video in which Ruben Onsu praised Sarwendah's frugal habits has gone viral again amid the ongoing dispute over monthly child support of Rp200 million.

Dilaporkan oleh AI

The conflict between Ruben Onsu and Sarwendah has entered a new phase with preparations for a child custody lawsuit. Ruben's legal team is drafting documents to file in court.

Inka Andestha has denied claims that she is the third party in the marriage of Pratama Arhan and Azizah Salsha in an Instagram post on Friday.

Dilaporkan oleh AI

Former Education Minister Nadiem Anwar Makarim said he has no regrets about taking the ministerial post even as prosecutors demanded an 18-year prison term in the Chromebook procurement corruption case. He expressed disappointment and heartbreak over the demand after the hearing at the Jakarta Corruption Court on Wednesday.

A 2022 podcast clip discussing alleged domestic violence between Ahmad Dhani and Maia Estianty has resurfaced on social media. Legal practitioner Ghufron stressed that the investigation was halted via SP3 in 2008 due to insufficient evidence.

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak