Software glitches reshape California's lemon law claims

In California, evolving vehicle technology is changing what qualifies a car as a 'lemon' under the Song-Beverly Consumer Warrant Act, shifting focus from mechanical failures to software issues. Recent legislative updates, effective July 1, 2025, introduce new procedural requirements for warranty claims involving infotainment and driver-assistance systems. Consumers facing intermittent digital defects now navigate a 'dual-track' system to pursue buybacks or replacements.

Modern vehicles, often described as 'computers on wheels,' increasingly face defects in infotainment systems and advanced driver-assistance features rather than traditional mechanical problems like transmissions that slip. These software glitches can be intermittent, such as a screen going black or a safety sensor causing 'phantom braking' on highways, yet the car may operate normally upon reaching a dealership.

Under California law, a defect qualifies as a lemon if it 'substantially impacts' the vehicle's use, value, or safety. Previously, issues like a freezing GPS were dismissed as mere conveniences, but today, integrated screens control critical functions including rearview cameras, climate control, and gear selection. As a result, digital failures are now often viewed as safety-critical nonconformities.

Assembly Bill 1755, effective July 1, 2025, establishes a 'dual-track' system for claims. For manufacturers who have opted in, consumers must send a formal written notice 30 days before filing a lawsuit for civil penalties, and mediation may be required before court proceedings. This aims to accelerate buybacks but can limit discovery of widespread defects for unrepresented owners. Brands on the opt-in list face these tighter deadlines, emphasizing the importance of timely action.

If a vehicle requires repeated dealership visits for software updates and the issue persists after reasonable attempts, manufacturers must provide a buyback or replacement, regardless of whether the fix involves hardware or code. Thorough documentation is essential, detailing specific incidents like 'system rebooted at 65mph' or 'backup camera failed in cold weather' to build a strong claim and ensure occupant safety.

Navigating these updates and technologies can be complex, leading many to seek guidance from California lemon law attorneys to determine the applicable track and comply with pre-suit requirements.

Artikel Terkait

Dramatic illustration of California regulators threatening Tesla with sales suspension over misleading Autopilot marketing, featuring official notice and Tesla showroom.
Gambar dihasilkan oleh AI

California mengancam Tesla dengan penangguhan penjualan atas pemasaran autopilot

Dilaporkan oleh AI Gambar dihasilkan oleh AI

Regulator California siap menangguhkan lisensi penjualan kendaraan Tesla di negara bagian tersebut selama 30 hari kecuali perusahaan merevisi pemasarannya untuk fitur pengemudian mandiri. Hakim hukum administratif memutuskan bahwa istilah seperti 'Autopilot' dan 'Full Self-Driving' menyesatkan konsumen tentang kemampuan teknologi tersebut, yang memerlukan pengawasan manusia konstan. Tesla memiliki 90 hari untuk mematuhi dan menghindari hukuman.

Pemilik Cybertruck di California mendapatkan pembelian kembali penuh dari Tesla setelah perbaikan berulang, termasuk penggantian motor dan suspensi. Pemilik tersebut kemudian membeli kembali model yang sama dengan diskon dan tambahan keuntungan. Kasus ini menyoroti kemudahan mengaktifkan undang-undang perlindungan konsumen negara bagian tanpa pertarungan hukum.

Dilaporkan oleh AI

Grup Volkswagen telah memulai pemanggilan kembali besar-besaran yang memengaruhi lebih dari 500.000 kendaraan di Amerika Serikat karena gangguan perangkat lunak yang dapat menonaktifkan kamera belakang. Masalah ini, yang mencakup model Audi, Porsche, dan Volkswagen, menimbulkan kekhawatiran keselamatan saat mundur. Pemilik akan menerima pembaruan perangkat lunak gratis untuk mengatasi cacat tersebut.

Tesla memanggil kembali 63.619 Cybertrucks di Amerika Serikat karena lampu parkir depan yang melebihi standar kecerahan federal, yang berpotensi mengganggu visibilitas pengemudi yang datang dari arah berlawanan. Masalah ini berasal dari kesalahan perangkat lunak dan memengaruhi hampir semua kendaraan yang diproduksi hingga saat ini. Pemilik akan menerima pembaruan over-the-air gratis untuk meredupkan lampu.

Dilaporkan oleh AI

Administrasi Keselamatan Lalu Lintas Jalan Raya Nasional telah mendokumentasikan setidaknya 80 kasus perangkat lunak Full Self-Driving Tesla melanggar aturan lalu lintas, termasuk melewati lampu merah dan menyeberang ke jalur yang salah. Ini menandai peningkatan signifikan dari sekitar 50 pelanggaran yang dilaporkan saat penyelidikan dimulai pada Oktober. Regulator kini menuntut data terperinci dari Tesla hingga 19 Januari 2026.

Lemonade telah memperkenalkan produk asuransi Mobil Otonomnya untuk kendaraan Tesla di Oregon, menawarkan diskon signifikan bagi pengemudi yang menggunakan teknologi Full Self-Driving. Program ini, yang diumumkan oleh pendiri bersama Shai Wininger di media sosial, memberikan diskon sekitar 50% pada biaya asuransi untuk mil yang dikendarai dengan FSD. Program ini mengandalkan data keselamatan Tesla yang menunjukkan mil FSD dua kali lebih aman daripada mengemudi manual.

Dilaporkan oleh AI

Tesla telah memperkenalkan kebijakan baru yang secara otomatis memperpanjang langganan aktif dan uji coba gratis untuk kendaraan yang dalam servis lebih dari satu hari kerja. Perubahan ini memastikan pemilik tidak kehilangan akses ke fitur berbayar seperti Full Self-Driving selama perbaikan. Pembaruan ini berlaku terlepas dari apakah kendaraan pinjaman disediakan atau tidak.

 

 

 

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak