Presiden Donald Trump menyatakan siap untuk mencalonkan hakim Mahkamah Agung lainnya jika Hakim Samuel Alito atau Hakim Clarence Thomas pensiun. Pernyataan ini muncul menyusul spekulasi mengenai potensi pengunduran diri Alito sebelum pemilihan paruh waktu, di tengah kabar rawat inapnya baru-baru ini. Partai Republik di Senat mengatakan mereka akan segera bergerak untuk mengonfirmasi calon yang diajukan.
Spekulasi semakin intensif mengenai kemungkinan pensiunnya Hakim Mahkamah Agung Samuel Alito, 76 tahun, sebelum pemilihan paruh waktu. Alito belum memberikan indikasi resmi mengenai rencana untuk mundur, namun berbagai faktor termasuk perawatan di rumah sakit baru-baru ini dan potensi kekalahan Partai Republik di Senat telah memicu diskusi tersebut. Ditunjuk oleh Presiden George W. Bush pada tahun 2005 untuk menggantikan Sandra Day O’Connor, Alito telah memimpin sayap konservatif pengadilan dalam isu-isu seperti hak kepemilikan senjata, kebebasan beragama, dan keputusan aborsi yang membatalkan perlindungan Roe v. Wade. Menurut New York Times, ia belum mempekerjakan panitera hukum untuk masa jabatan berikutnya, dan bukunya yang berjudul “So Ordered: An Originalist’s View of the Constitution, the Court and Our Country” dijadwalkan terbit pada bulan Oktober. Presiden Trump menanggapi rumor tersebut dalam sebuah wawancara hari Rabu dengan pembawa acara Fox News, Maria Bartiromo. “Bisa jadi dua, bisa tiga, bisa satu. Saya tidak tahu, saya siap untuk melakukannya,” kata Trump. “Saat Anda menyebut Alito, dia adalah hakim yang hebat... hakim yang luar biasa dan hakim yang brilian, dan dia memahami negara ini.” Pemimpin Mayoritas Senat John Thune (R-SD) mengatakan kepada wartawan pada hari Selasa bahwa Partai Republik siap menghadapi kemungkinan kekosongan posisi. “Itu adalah sebuah kontingensi... jika itu terjadi, ya, kami akan siap untuk melakukan konfirmasi,” ujar Thune. Charles Stimson dari Heritage Foundation menyebut potensi mundurnya Alito sebagai sebuah “kejutan besar”, seraya memuji warisan orisinalitasnya. Calon potensial termasuk mereka yang ditunjuk Trump di pengadilan banding federal seperti Andrew Oldham, James Ho, Neomi Rao, Amul Thapar, Patrick J. Bumatay, Kyle Duncan, dan Rebecca Taibleson. Ketua Komite Kehakiman Senat Chuck Grassley (R-IA) menyarankan nama Senator Ted Cruz dan Mike Lee, menurut Bloomberg Law.