Pasukan AS tangkap presiden Venezuela Nicolas Maduro

Pasukan khusus Amerika Serikat menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan istrinya Cilia Flores pada 3 Januari 2026 dalam operasi militer di Caracas. Operasi Absolute Resolve melibatkan pemboman ibu kota Venezuela dan penangkapan di istana kepresidenan. Presiden AS Donald Trump memuji aksi tersebut sambil menuduh Maduro meniru tarian ikoniknya.

Pada Sabtu, 3 Januari 2026, pasukan khusus AS yang melibatkan Delta Force dan CIA melancarkan Operasi Absolute Resolve di Venezuela. Mereka memasuki negara itu, membombardir Caracas, dan menangkap Nicolas Maduro beserta istrinya Cilia Flores dari istana kepresidenan. Operasi ini digambarkan sebagai bagian dari perang melawan kartel narkoba.

Dalam pidato di Kennedy Centre, Washington, pada 5 Januari 2026, Donald Trump memuji operasi tersebut sebagai 'brilian'. Ia menuduh Maduro meniru gerakan tarian ikoniknya dengan lagu 'Y.M.C.A.' yang sering ia lakukan di kampanye. "Dia naik ke atas panggung dan mencoba sedikit menirukan tarian saya. Tapi dia orang yang kejam, dan dia sudah membunuh jutaan orang. Dia melakukan penyiksaan. Mereka punya ruang penyiksaan di tengah kota Caracas yang sekarang sedang mereka tutup-tutupi," kata Trump.

Trump juga menyinggung perbedaan dengan istrinya Melania, yang tidak menyukai tarian tersebut: "Istri saya benar-benar tidak suka saat saya melakukan ini. Dia bilang, ‘itu sama sekali tidak mencerminkan seorang presiden. Dia benci kalau saya menari, coba bayangkan FDR menari."

Pascapenangkapan, demonstrasi besar-besaran meletus di Caracas memprotes aksi tersebut. Diosdado Cabello, menteri dalam negeri dan sekutu lama Maduro serta Hugo Chavez, muncul sebagai penguasa bayangan. Meski Wakil Presiden Delcy Rodriguez mengambil alih sebagai presiden sementara, analis menyebut Cabello sebagai orang paling berkuasa saat ini.

Pada 7 Januari 2026, Trump menyatakan melalui Truth Social bahwa Venezuela hanya boleh menggunakan dana penjualan minyak untuk membeli produk AS, termasuk pertanian, obat-obatan, dan peralatan energi. "Saya baru saja mendapat informasi bahwa Venezuela HANYA akan membeli produk buatan Amerika, dengan uang yang mereka terima dari kesepakatan minyak baru kami," tulisnya. Kesepakatan ini disebut sebagai langkah bijaksana bagi kedua negara.

Artikel Terkait

Illustrative news image of U.S. forces capturing Nicolás Maduro, Trump announcing control over Venezuela, with global reactions including celebrations, protests, and UN debate.
Gambar dihasilkan oleh AI

U.S. capture of Maduro: Trump vows oversight, global reactions intensify

Dilaporkan oleh AI Gambar dihasilkan oleh AI

Following the January 3, 2026, U.S. operation that captured Venezuelan President Nicolás Maduro and wife Cilia Flores, Donald Trump announced temporary U.S. control over Venezuela pending transition, amid celebrations by opposition and exiles, condemnations from allies like Russia and China, and a pending UN Security Council debate.

Pada dini hari 3 Januari 2026, pasukan AS melakukan operasi berskala besar di Caracas, menangkap Presiden Venezuela Nicolás Maduro dan istrinya Cilia Flores, yang menghadapi tuduhan AS atas narco-terorisme dan perdagangan narkoba. Presiden Donald Trump mengumumkan aksi tersebut melalui Truth Social, menyatakan AS akan mengelola Venezuela sementara untuk memastikan transisi yang stabil. Langkah itu memicu perpecahan tajam, dengan Demokrat mengecamnya sebagai inkonstitusional dan Republikan memujinya sebagai tegas.

Dilaporkan oleh AI

Pasukan khusus Amerika Serikat menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan istrinya pada Sabtu lalu dalam Operasi Absolute Resolve, yang melibatkan pemboman Caracas. Tindakan ini memicu gejolak pasar minyak global dan pernyataan Trump tentang pembatasan penggunaan dana minyak Venezuela. Presiden AS memuji operasi tersebut sebagai brilian sambil menuduh Maduro meniru tarian ikoniknya.

In the wake of the US 'Absolute Resolve' operation that captured Venezuelan President Nicolás Maduro and his wife Cilia Flores on January 3, 2026, numerous Venezuelan celebrities and journalists flooded social media with emotional celebrations, marking the end of an era of repression.

Dilaporkan oleh AI

The U.S. military operation capturing Venezuelan President Nicolás Maduro and his wife Cilia Flores on January 3, 2026, continues to reverberate, sparking celebrations in Venezuela, international criticism over sovereignty, and strategic concerns for neighbors like Mexico amid shifting regional dynamics.

Following the U.S. military operation launched early on January 3, 2026, President Nicolás Maduro and his wife were captured by Delta Force. Donald Trump labeled Maduro a narcoterrorist and vowed U.S. direction of Venezuela until a safe transition. New details reveal bombings across Caracas, civilian casualties, panic buying, and international calls for restraint.

Dilaporkan oleh AI

Us forces invaded Venezuela on Saturday (3) and captured dictator Nicolás Maduro and his wife, Cilia Flores, in Caracas, accused of narcoterrorism and drug trafficking. Maduro will be tried in New York on Monday (5), while Delcy Rodríguez assumes interim power with military support. The action sparked regional condemnations for sovereignty violation and protests in both countries.

 

 

 

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak