Wakil Kepala Badan Gizi Nasional Agustina Arumsari mengumumkan penghentian sementara program Makan Bergizi Gratis selama libur sekolah. Langkah ini untuk mengaudit seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi.
Agustina Arumsari menyampaikan rencana tersebut di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat pada Senin, 15 Juni 2026. BGN akan memanfaatkan masa libur untuk memperbaiki tata kelola, data penerima, dan sumber daya manusia.
Pihaknya juga membuka peluang mencoret siswa SMA dari daftar penerima, terutama yang berasal dari keluarga mampu atau sekolah elit. Langkah ini berpotensi mengurangi jumlah penerima hingga 8 juta orang.
Selain itu, BGN melarang pegawainya memiliki dapur SPPG untuk menghindari konflik kepentingan. Insentif dapur akan disesuaikan berdasarkan jumlah penerima dan kualitas makanan.
Pemerintah akan mengevaluasi anggaran program yang semula Rp268 triliun pada 2026 untuk efisiensi lebih lanjut.