Pemilik Cybertruck mengalami masalah FSD saat badai salju

Nicholas Brownell, pemilik Tesla Cybertruck, menggambarkan pengalaman menakutkan dengan sistem Full Self-Driving kendaraan selama badai salju putih total. Sistem tersebut kesulitan dengan kamera yang tertutup salju dan memilih jalan belakang yang belum dibersihkan daripada rute utama yang sudah dibersihkan, memaksa intervensi manual berkali-kali. Insiden ini menyoroti keterbatasan teknologi otonom berbasis visi saja milik Tesla dalam cuaca ekstrem.

Nicholas Brownell, penggemar Tesla Cybertruck, membagikan pengalaman mengkhawatirkan dengan fitur Full Self-Driving (FSD) kendaraan di komunitas Facebook untuk pemilik Cybertruck. Kejadian itu terjadi selama badai salju putih total yang intens, di mana AI truk senilai $100.000 mulai menyimpang ke tumpukan salju dalam yang belum dibersihkan daripada tetap di aspal yang bersih. Brownell mencatat bahwa meskipun sistem penggerak semua roda (AWD) berkinerja memadai terhadap selip, FSD gagal menerapkan prinsip dasar mengemudi di salju. Dalam kata-katanya sendiri, Brownell berkata: “Ini bukan masalah dengan ban Tesla Cybertruck saya dan selip, meskipun saya selip di tikungan. Lebih kepada kendaraan tidak menggunakan taktik mengemudi dasar di salju, seperti menjauh dari bahu jalan dan mengemudi di mana jalan bersih. Salju menutupi kamera, dan saya harus mengambil alih truk beberapa kali karena ia mengambil jalan belakang yang belum dibersihkan, daripada jalan utama yang sudah. FSD tidak tahu cara menghindari salju dalam sebanyak mungkin. Cybertruck saya punya AWD untuk catatan.” Denis Flierl, reporter senior dengan pengalaman lebih dari 30 tahun menguji kendaraan di Pegunungan Rocky Colorado, menganalisis insiden tersebut. Ia menjelaskan bahwa FSD Tesla bergantung pada jaringan saraf yang dilatih dengan data video tetapi gagal ketika kamera tertutup salju, kehilangan kemampuan membedakan permukaan yang dibersihkan dari yang tidak. Tidak seperti pengemudi manusia yang mengikuti jejak ban, sistem mencari garis lajur yang tidak ada, membawanya ke bahu jalan berbahaya. Flierl menunjukkan bahwa pendekatan visi-saja kekurangan redundansi sensor seperti LiDAR, membuatnya rentan terhadap faktor lingkungan seperti curah hujan lebat, seperti dicatat oleh pakar di Futurism. Para advokat keselamatan dan penguji dari EVhype menekankan bahwa ini mengorbankan persepsi kedalaman dalam skenario kompleks. Umpan balik komunitas di Reddit menggemakan kekhawatiran ini. Satu pengguna menyatakan: “FSD tidak memahami traksi di salju... Tidak punya konsep belokan yang tepat di salju dan mudah menyebabkan kecelakaan.” Yang lain menambahkan: “FSD tidak diprogram untuk menangani kondisi cuaca buruk... Saya hampir keluar jalan karena tidak bisa melihat tanda lajur.” Flierl menyarankan pemilik Cybertruck untuk memperlakukan FSD sebagai alat cuaca cerah, lakukan intervensi manual saat diperlukan, dan rawat kamera secara proaktif, seperti menyeka salju dan menerapkan lapisan hidrofobik. Ia menekankan bahwa hingga Tesla mengatasi penyumbatan kamera dan meningkatkan pelatihan jaringan saraf untuk kondisi musim dingin, penilaian manusia tetap esensial untuk keselamatan.

Artikel Terkait

Dramatic illustration of a crashed Tesla Cybertruck on a Houston overpass, central to lawsuit over Full Self-Driving failure.
Gambar dihasilkan oleh AI

Pemilik Cybertruck asal Texas Justine Saint Amour menggugat Tesla lebih dari $1 juta setelah tabrakan Full Self-Driving ke pembatas jalan layang

Dilaporkan oleh AI Gambar dihasilkan oleh AI

Justine Saint Amour, pemilik Cybertruck asal Texas, menggugat Tesla lebih dari $1 juta plus ganti rugi punitif setelah kendaraannya menabrak pembatas beton di jalan layang Houston saat menggunakan sistem Full Self-Driving (FSD). Gugatan yang diajukan di Pengadilan Distrik Harris County menuduh kelalaian dalam desain, pemasaran, dan mempertahankan CEO Elon Musk, di tengah pengawasan berkelanjutan terhadap teknologi bantuan pengemudi Tesla.

Seorang pemilik Tesla Cybertruck bernama Joe Fay membagikan video mengemudi melewati badai salju, di mana kamera kendaraan tersumbat dan menampilkan peringatan di layar. Fay mengandalkan sistem infotainment untuk bernavigasi pada kecepatan rendah di tengah visibilitas buruk. Insiden ini menyoroti tantangan bagi sistem berbasis kamera Tesla dalam curah hujan lebat.

Dilaporkan oleh AI

Seorang pengemudi menguji Tesla Cybertruck Full Self-Driving, terlibat balapan melawan Corvette mid-engine dan berpura-pura tidur di kemudi. Pengalaman itu menyoroti aspek positif dan negatif teknologi tersebut. Pihak berwenang menghentikan kendaraan karena tampaknya kurang waspada sang pengemudi.

Tesla secara resmi telah merilis perangkat lunak Full Self-Driving versi 14.3, yang menampilkan peningkatan pada prediksi parkir, waktu reaksi, dan penanganan skenario mengemudi yang jarang terjadi. Pembaruan ini mencakup kompiler AI yang ditulis ulang untuk reaksi 20% lebih cepat serta peningkatan pada pembelajaran penguatan (reinforcement learning). Kesan awal pengguna menunjukkan pengalaman mengemudi di jalan raya yang lebih halus, namun masih ada beberapa masalah navigasi yang terus berlanjut.

Dilaporkan oleh AI

Seorang pengemudi di Houston mengajukan gugatan terhadap Tesla setelah insiden di mana Cybertruck miliknya diduga mencoba melaju keluar dari jalan layang saat menggunakan fitur autopilot. Gugatan tersebut mengklaim bahwa teknologi pengemudian otonom Tesla dirancang dengan cacat dan dipasarkan secara menyesatkan sebagai sepenuhnya otonom. Kejadian itu terjadi tahun lalu.

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak