Dick Advocaat telah mengundurkan diri sebagai pelatih tim nasional sepak bola Curaçao kurang dari empat bulan sebelum debut bersejarah mereka di Piala Dunia FIFA 2026. Pria berusia 78 tahun itu menyebut alasan keluarga, khususnya merawat putrinya yang sakit, sebagai penyebab kepergiannya. Ia akan digantikan oleh Fred Rutten, yang mengambil alih tim yang lolos sebagai negara terkecil yang pernah mencapai babak final.
Dick Advocaat, yang karir kepelatihannya mencakup tugas dengan Belanda dan Korea Selatan di Piala Dunia sebelumnya, membawa Curaçao lolos ke turnamen 2026 melalui kampanye tak terkalahkan. Negara Karibia dengan populasi sekitar 185.000 jiwa mengamankan tempatnya dengan hasil imbang 0-0 melawan Jamaika pada November, menjadikannya negara terkecil yang pernah mencapai final. nnDalam pernyataan, Advocaat menjelaskan keputusannya: “Saya selalu bilang keluarga lebih utama daripada sepak bola. Ini adalah keputusan alami. Meski begitu, saya akan sangat merindukan Curaçao, rakyatnya, dan rekan-rekan saya. Saya anggap membawa negara terkecil di dunia lolos ke Piala Dunia sebagai salah satu sorotan karir saya. Saya bangga pada para pemain, staf, dan anggota dewan yang percaya pada kami.” Jika bertahan, Advocaat akan menjadi pelatih tertua dalam sejarah Piala Dunia pada usia 78 tahun. nnPresiden Federasi Sepak Bola Curaçao, Gilbert Martina, memberikan penghargaan: “Keputusannya hanya pantas dihormati. Dick telah mencetak sejarah dengan tim nasional kami. Curaçao akan selalu berterima kasih padanya.” nnPenerus Advocaat, Fred Rutten berusia 63 tahun, membawa pengalaman dari klub seperti PSV Eindhoven, Feyenoord, Twente, Schalke, dan Anderlecht. Rutten, yang pertama kali melatih tim internasional, mengatakan: “Ini masa sulit bagi Dick dan saya ucapkan kekuatan untuk dia dan keluarganya. Dick adalah ikon sepak bola dunia. Sungguh suatu kehormatan melanjutkan pekerjaannya. Saya telah berbicara panjang dengan dia dan stafnya dan akan melanjutkan jalur yang sama. Curaçao bisa harapkan dedikasi dan komitmen yang sama dariku.” nnCuraçao menghadapi Grup E yang menantang di turnamen 48 tim yang diperluas, dimulai dengan Jerman pada 14 Juni di NRG Stadium di Houston, diikuti Ekuador pada 20 Juni di Arrowhead Stadium di Kansas City, dan Pantai Gading pada 25 Juni di Lincoln Financial Field di Philadelphia. Mereka diharapkan sebagai kuda hitam dan kemungkinan tersingkir di fase grup. nnUntuk persiapan di bawah Rutten, Curaçao punya laga uji coba: melawan China pada 27 Maret di Sydney, Australia pada 31 Maret di Melbourne, dan Skotlandia pada 30 Mei di Hampden Park.