Vaksin mRNA eksperimental tunjukkan perlindungan terhadap berbagai virus Ebola

Sebuah vaksin mRNA eksperimental telah menunjukkan efektivitas terhadap tiga jenis virus Ebola dalam uji coba pada hewan pengerat. Vaksin ini menargetkan virus Zaire, Sudan, dan Bundibugyo. Para peneliti mengembangkannya di tengah wabah virus Bundibugyo yang sedang berlangsung di Afrika.

Yanfeng Yao dan rekan-rekannya di Institut Virologi Wuhan menciptakan vaksin tersebut dengan menggabungkan urutan mRNA untuk glikoprotein dari setiap virus bersama dengan nukleoprotein bersama di dalam nanopartikel lipid. Dalam pengujian, tikus yang diimunisasi memperoleh perlindungan penuh terhadap virus Zaire dan Sudan serta perlindungan yang kuat terhadap Bundibugyo. Hamster juga mendapatkan perlindungan penuh dari paparan virus Sudan.

Artikel Terkait

A volunteer receiving a needle-free vaccine in a lab with AI-designed virus models in the background.
Gambar dihasilkan oleh AI

Kandidat vaksin "pan-sarbecovirus" rancangan AI laporkan sinyal awal keamanan dan respons imun dalam uji coba manusia pertama

Dilaporkan oleh AI Gambar dihasilkan oleh AI Fakta terverifikasi

Kandidat vaksin berbasis DNA tanpa jarum yang dirancang menggunakan metode pembelajaran mesin (machine learning) telah menyelesaikan studi Fase 1 pertama pada manusia di Inggris. Para peneliti melaporkan bahwa vaksin tersebut dapat ditoleransi dengan baik dan memicu respons imun terhadap berbagai virus dalam kelompok sarbecovirus, yang mencakup SARS-CoV, SARS-CoV-2, dan virus corona kelelawar yang terkait.

Para peneliti telah menggunakan fag yang dimodifikasi secara genetik untuk memanfaatkan imunitas vaksin yang sudah ada sebelumnya guna menghancurkan sel kanker pada tikus. Pendekatan ini berhasil membasmi tumor pada 44 persen hewan yang diobati tanpa ada kekambuhan setelah satu tahun.

Dilaporkan oleh AI

Moderna mengonfirmasi bahwa mereka tengah mengerjakan vaksin mRNA untuk hantavirus menyusul wabah mematikan di sebuah kapal pesiar Belanda. Upaya yang bermitra dengan Korea University ini telah dimulai sejak 2023 dan menunjukkan hasil yang menjanjikan, namun masih membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk diselesaikan.

Sebuah virus yang direkayasa secara genetik telah menghentikan pertumbuhan tumor pankreas pada tiga pasien dalam uji klinis tahap awal di Amerika Serikat. Hasil ini berasal dari studi keamanan yang dipimpin oleh para peneliti di University of Minnesota.

Dilaporkan oleh AI

Para ilmuwan di Scripps Research telah mengembangkan platform nanodisc yang meniru membran virus, mengungkap interaksi tersembunyi pada protein HIV dan Ebola yang tidak terdeteksi oleh metode tradisional. Teknologi ini memungkinkan studi respons antibodi yang lebih akurat, yang berpotensi mempercepat pengembangan vaksin. Temuan ini dipublikasikan dalam Nature Communications.

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak