Kekalahan terbaru Liverpool dari Manchester City telah memicu perdebatan di kalangan pakar tentang prospek tim untuk lolos ke Liga Champions musim depan. Bek bekas Reds Jamie Carragher meragukan kemampuan mereka untuk naik ke posisi lima besar, sementara eks kapten Manchester United Gary Neville tetap optimis. Kekalahan itu membuat tim Arne Slot tertinggal enam poin dari ritme di klasemen Premier League.
Kampanye Liverpool FC di Premier League 2026 mengalami kendala dengan kekalahan dari Manchester City pada Minggu, 8 Februari, memperburuk kekhawatiran atas performa mereka. The Reds hanya memenangkan enam dari 20 pertandingan liga atas terakhir mereka, menjatuhkan mereka ke peringkat keenam. Mereka kini tertinggal empat poin dari Chelsea di posisi kelima dan lima poin dari Manchester United di posisi keempat, membuat kualifikasi Liga Champions—posisi lima besar—terlihat menakutkan. Di Sky Sports, Jamie Carragher menyatakan pesimisme tentang peluang Liverpool. „Tidak. Saat ini saya tidak [berpikir Liverpool akan lolos ke Liga Champions]“, katanya. „Mereka harus mengalami peningkatan bentuk yang besar. Dan tim-tim di atas mereka sedang dalam bentuk bagus. Itu (kekalahan dari Manchester City) adalah yang buruk. Ketika Anda melihat liga untuk Liverpool, sepertinya jarak jauh untuk masuk ke lima posisi Liga Champions. Ada celah sekarang. Itu bisa diatasi, tapi Liverpool harus tampil baik di dua kompetisi piala untuk menyelamatkan musim.“ Sebaliknya, Gary Neville, dalam podcast Sky Sports-nya, menyoroti hal positif dari penampilan melawan City dan mendesak ketahanan mental. „Itu akan menjadi analisis sulit bagi Slot dan pemainnya“, catat Neville. „Namun, jika mereka entah bagaimana bisa mengisolasi itu sebagai pertandingan agak aneh, yang memang demikian, mereka masih akan baik-baik saja. Jika mereka bisa memasukkannya ke dalam kotak dan tidak membiarkannya menginfeksi di sini (menunjuk kepalanya), itu tergantung apakah mereka cukup kuat secara mental sekarang untuk menghadapi pertandingan setiap tiga hari ketika laga sulit tidak berjalan menguntungkan mereka.“ Neville menunjukkan celah sempit itu, mengatakan, „Mereka tertinggal lima poin dari empat atau lima besar. Bukan celah besar; masih ada jalan panjang dan mereka harus melawan sebagian besar tim di atas mereka, jadi mereka punya banyak peluang.“ Dia memuji pengalaman skuad, menyebut Alisson, Alexis Mac Allister, Virgil van Dijk, Mohamed Salah, dan Ryan Gravenberch sebagai tokoh kunci yang mampu menstabilkan kapal. Neville menyarankan kemenangan telak di Sunderland sebagai respons vital untuk meningkatkan moral di ruang ganti yang berpotensi rendah. Perdebatan ini menggarisbawahi posisi rapuh Liverpool di pertengahan musim, dengan jadwal mendatang yang menawarkan kesempatan menutup jarak tapi juga risiko tergelincir lebih jauh.