Maison Margiela meluncurkan koleksi wewangian haute couture Scentsorium

Maison Margiela telah memperkenalkan Scentsorium Collection, jajaran wewangian haute couture baru, dalam sebuah peragaan busana di Shanghai. Koleksi yang dilisensikan oleh L’Oréal Group ini menghadirkan enam aroma yang terinspirasi dari radikalisme dan emosi manusia. Koleksi ini akan diluncurkan secara eksklusif di butik merek tersebut di seluruh dunia pada 21 April.

L’Oréal Group terus memperluas portofolio wewangian haute couture-nya dengan Scentsorium Collection dari Maison Margiela, yang memulai debutnya pada hari Rabu di peragaan busana merek tersebut di Shanghai. Lini ini mengambil inspirasi dari keahlian haute couture, menggunakan dosis konsentrat yang lebih tinggi, bahan-bahan langka seperti ara, musk suede, dupa, dan saffron, serta botol dengan desain kaca yang retak dan estetika potongan persegi panjang. Enam aroma tersebut memiliki nama yang menggugah: Blaze Of Stillness, Silent Fury, Anguish and Awe, Tender Defiance, Delight in Despair, dan Fit of Folly. Masing-masing memiliki konsentrasi 25% hingga 30% dan dibanderol seharga $180 untuk ukuran 30ml atau $350 untuk 75ml. Diposisikan sebagai padanan haute couture untuk lini busana siap pakai Replica dari merek tersebut sejak 2012, koleksi ini menyasar penggemar Replica untuk acara khusus, pencinta mode yang tertarik pada desain avant-garde-nya, serta penikmat wewangian yang mencari objek desain setara dengan iPhone atau barang peninggalan. Sandrine Groslier, presiden global wewangian mewah L’Oréal Group, mengatakan, “Kami melihat konsumen baru muncul di pasar dan kami ingin tetap unggul dalam persaingan. Mereka mendambakan kreasi radikal, eksklusivitas, dan keahlian.” Konsep ini berasal dari tiga tahun lalu di bawah mantan direktur kreatif John Galliano dan selaras dengan era saat ini yang dipimpin oleh Glenn Martens. L’Oréal Luxe mencatat pertumbuhan 2,8% pada tahun 2025, dengan wewangian mendorong kenaikan dua digit, termasuk hasil yang kuat dari Maison Margiela. Groslier mencatat pergeseran industri ke arah wewangian ceruk dan couture di tengah normalisasi pasar pasca ledakan pandemi, yang sangat menarik bagi Gen Z yang memilih wewangian berdasarkan suasana hati dan kesempatan. Debut di Shanghai menyoroti kehadiran merek yang kuat di Asia, dengan Tiongkok memimpin dalam kesadaran akan wewangian dan Jepang menduduki peringkat teratas dalam penjualan mode.

Artikel Terkait

Desainer Duran Lantink meluncurkan koleksi couture debutnya untuk Jean Paul Gaultier melalui peragaan busana yang memadukan referensi istana Prancis kuno dengan elemen futuristik.

Dilaporkan oleh AI

Desainer Kevin Germanier mempersembahkan koleksi haute couture musim gugur 2026 miliknya di Palais de Tokyo. Peragaan busana tersebut menampilkan desain eksuberan yang dibuat dari bahan-bahan daur ulang dan sisa produksi (deadstock).

Officine Générale memamerkan koleksi pra-musim semi untuk resort 2027 di Paris minggu ini. Peragaan busana tersebut berlangsung di tengah gelombang panas yang intens.

Dilaporkan oleh AI

Pierpaolo Piccioli mempersembahkan koleksi couture debutnya untuk Balenciaga pada Rabu di sebuah lokasi luar ruangan yang bermandikan cahaya matahari di Paris. Desainer asal Italia tersebut mengambil inspirasi dari arsip rumah mode itu sambil memperkenalkan ciri khas penggunaan warnanya.

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak