Matcha, teh hijau bubuk yang menjadi pusat budaya Jepang, mengalami lonjakan popularitas di Barat, meluas dari minuman hingga parfum di tengah kelangkaan pasokan dan kenaikan harga. Para ahli menggambarkannya sebagai pergeseran alami dari minuman perawatan diri ke wewangian wellness. Peluncuran terbaru mencakup Matcha Milk Body Mist milik Phlur dan Freedom Matcha Musk 45 milik Kayali.
Kegilaan matcha, yang menyebabkan kelangkaan pasokan dan harga lebih tinggi, kini memengaruhi industri wewangian. “Teh matcha menjadi minuman pilihan untuk momen perawatan diri dibandingkan dorongan kafein yang membuat gelisah dari kopi,” ujar Linda G. Levy, presiden The Fragrance Foundation, kepada Vogue. “Jadi wewangian matcha adalah perpanjangan alami dari tren gaya hidup ke wellness dan kecantikan.” Nota teh hijau beraroma tanah semakin populer dengan rilis baru yang berfokus pada layering dan personalisasi di berbagai rentang harga. Le Labo meluncurkan bestseller-nya Thé Matcha 26 pada 2021, memadukan fig, bergamot, bitter orange, sesame, cedarwood, vetiver, dan matcha tea accord untuk aroma kulit woody dan creamy yang terinspirasi dari hutan Jepang. Matcha Meditation milik Maison Margiela, yang dulunya favorit kultus, telah dihentikan. Matcha Milk Hair & Body Mist milik Phlur, yang diluncurkan bulan lalu, memadukan zest bergamot, akor teh hitam, matcha, susu macadamia, vanilla hangat, musk, amber, dan patchouli. “Body mist kami dirancang dengan niat, menawarkan kompleksitas dan nuansa sambil tetap mudah dikenakan,” kata direktur kreatif Phlur, Chriselle Lim. Direktur kecantikan Nordstrom, Autumne West, memuji karena memainkan intensitas dan tekstur. Freedom Musk Matcha 45 milik Kayali, yang dirilis musim gugur lalu, menampilkan matcha, maté, apel hijau, oat milk, sweet musk, bergamot, vanilla, dan caramelized praline. Pendiri Mona Kattan mengembangkannya lewat 45 iterasi, mengatasi keraguan awal tentang aroma tanah matcha. Pilihan lain termasuk Liis Rose Struck dengan cassis, tangerine, matcha tea, damask rose, dan rose centifolia; Le Monde Gourmand Thé Matcha dengan green tea, freesia, dan amber; Atralia Matcha Latte dengan vanilla blossoms, cotton milk, anise blossoms, matcha, toffee, licorice, tonka beans, dan musk; serta Nette Thé Vanille dengan vanilla, green tea, salt accord, cardamom, turmeric root, orris, magnolia flower, dan cedarwood. Levy mencatat bahwa nota seperti caramel, praline, milk, salt, ginger, dan woods berpasangan baik dengan matcha untuk meningkatkan atau mengontraskan profilnya. Pemilihan didasarkan pada nota, proyeksi, masukan ahli, tes pribadi, dan wawasan reviewer.