Nama ahli matematika Maya kuno terungkap dari mural

Para peneliti telah mengidentifikasi nama seorang astronom sekaligus ahli matematika bangsa Maya dari sekitar 1200 tahun yang lalu, beserta perhitungan orbit planet yang dibuatnya. Penemuan ini berasal dari prasasti di sebuah situs di Guatemala. Ini menandai kali pertama nama pribadi tersebut dikaitkan secara langsung dengan karya astronomi di benua Amerika.

Nama Sak Tahn Waax, yang diterjemahkan menjadi Rubah Berdada Putih, muncul pada mural yang dikenal sebagai Teks 19 di Xultun, Guatemala. Teks tersebut mencakup 11 hieroglif yang menguraikan siklus yang melibatkan kalender 260 hari, tahun surya 365 hari, Venus selama 584 hari, dan Mars selama 780 hari. Rumus tersebut berjumlah lima siklus Venus, atau 2920 hari, dan kemungkinan besar merujuk pada tanggal 7 November tahun 781 Masehi. Franco Rossi dari Massachusetts Institute of Technology memimpin upaya penguraian tersebut. Ia menggambarkannya sebagai penyebutan langsung pertama atas nama pribadi seorang astronom sekaligus ahli matematika leluhur Maya, dan merupakan nama tertua yang pernah tercatat di benua Amerika. Mural tersebut adalah salah satu dari sekitar 50 draf kasar yang ditemukan di dalam bangunan batu kecil sejak penggalian dimulai pada tahun 2010. Para peneliti memindai dan memotret hieroglif tersebut di bawah pencahayaan yang bervariasi sebelum membandingkannya dengan tulisan Maya di kemudian hari. Rossi mencatat bahwa karya tersebut menunjukkan pentingnya kontribusi intelektual bagi masyarakat Maya Klasik dan kemungkinan digunakan untuk mendukung upacara politik serta perencanaan musiman.

Artikel Terkait

Two Chinese mathematicians receiving Fields Medals at the 2026 ICM ceremony in Philadelphia.
Gambar dihasilkan oleh AI

Two Chinese mathematicians win 2026 Fields Medals

Dilaporkan oleh AI Gambar dihasilkan oleh AI

Chinese mathematicians Deng Yu and Wang Hong received the Fields Medals at the opening ceremony of the 2026 International Congress of Mathematicians in Philadelphia on Thursday, marking the first time Chinese mathematicians have won the award.

New research suggests that an English monk identified Halley's comet as a repeating visitor nearly seven centuries before Edmond Halley received credit for the discovery. Eilmer of Malmesbury reportedly recognized the comet seen in 1066 as the same object he had observed in 989.

Dilaporkan oleh AI

Researchers have uncovered evidence of a powerful solar proton event that struck Earth around 1200 ce by analyzing carbon-14 spikes in ancient Japanese trees and cross-referencing medieval records of red auroras.

Researchers have resolved a long-standing puzzle about Saturn's apparent changing rotation rate. Observations from the James Webb Space Telescope show that the planet's aurora drives a self-sustaining cycle of atmospheric heating and winds. The findings were published in the Journal of Geophysical Research: Space Physics.

Dilaporkan oleh AI

China's Tianwen-2 spacecraft has closed in on asteroid 2016 HO3 after a 400-day journey and begun scientific exploration.

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak