Model baru mengungkap angin mantel yang memicu supervulkan Yellowstone

Para peneliti telah mengembangkan model tiga dimensi yang menunjukkan bahwa angin mantel luas yang bergerak ke arah timur memasok magma ke Yellowstone, alih-alih berasal dari gumpalan dalam dari inti Bumi.

Sebuah tim dari Institut Geologi dan Geofisika di bawah Akademi Ilmu Pengetahuan Tiongkok membangun model Amerika Utara bagian barat. Model ini menghubungkan angin tersebut dengan sisa-sisa Lempeng Farallon yang tersubduksi dan menunjukkan bagaimana aliran tersebut menciptakan saluran yang menukik ke arah barat daya melalui litosfer. Saluran ini memungkinkan material astenosfer yang panas naik dan membentuk sistem bubur magma yang luas di bawah kaldera. Yellowstone telah menghasilkan dua letusan besar dalam 2,1 juta tahun terakhir. Studi yang diterbitkan dalam jurnal Science ini selaras dengan data geofisika dan geokimia yang ada. Penelitian ini menawarkan kerangka kerja tunggal mengenai bagaimana sistem magmatik besar berkembang dan bertahan di bawah gunung berapi super di seluruh dunia.

Artikel Terkait

Researchers have created the first global map showing how Earth's deepest mantle is deformed, primarily in regions where ancient subducted tectonic slabs reside. Using over 16 million seismograms, the team confirmed patterns predicted by geodynamic models. The findings, published in The Seismic Record, offer new insights into mantle flow near the core-mantle boundary.

Dilaporkan oleh AI

Gases from hot springs in central Zambia show signs of mantle fluids rising to the surface, suggesting an early-stage continental rift. Researchers say this could mark the start of a new tectonic plate boundary. The findings come from samples collected in the Kafue Rift.

Researchers have identified natural barrier zones on an underwater fault that act as brakes to stop earthquakes from growing larger. The findings come from detailed studies of the Gofar transform fault off Ecuador.

Dilaporkan oleh AI

Researchers have verified a rare deep earthquake that struck beneath Utah in 1979 at a depth once thought impossible for such events under continents. New analysis of old data and a 2025 quake support the existence of continental mantle earthquakes.

Researchers at the Princeton Plasma Physics Laboratory have identified plasma rotation as the key factor explaining why particles in fusion tokamaks strike one side of the exhaust system more than the other. Their simulations, which matched real experiments, combined rotation with sideways drifts. The discovery could improve designs for future fusion reactors.

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak