Gletser Thwaites mendekati kolaps ireversibel

Analisis retakan di Gletser Thwaites Antartika selama 20 tahun terakhir menunjukkan bahwa ia mendekati kolaps total. Dikenal sebagai Gletser Kiamat, massa es yang berubah dengan cepat ini menimbulkan ketidakpastian bagi prediksi kenaikan permukaan laut global.

Gletser Thwaites di Antartika, sering disebut Gletser Kiamat, menonjol sebagai salah satu gletser di planet ini yang paling cepat berubah. Analisis terbaru memeriksa perluasan retakan di dalamnya selama dua dekade terakhir, menunjukkan kemungkinan kolaps ireversibel dalam waktu dekat.

Perilaku gletser ini tetap menjadi teka-teki penting dalam meramalkan seberapa tinggi permukaan laut mungkin naik akibat perubahan iklim. Para ilmuwan menyoroti perannya dalam pergeseran lingkungan yang lebih luas, termasuk dampak pada geologi dan ilmu bumi di wilayah kutub.

Temuan ini menekankan urgensi pemantauan formasi es seperti itu, karena ketidakstabilannya dapat mempercepat perubahan global. Meskipun jadwal pastinya masih tidak jelas, pertumbuhan retakan yang diamati menunjukkan gletser semakin dekat dengan titik kritis.

Artikel Terkait

Gletser Pine Island di Antartika Barat telah meningkatkan kecepatannya secara dramatis sejak 2017, didorong oleh kerusakan rak es pelindungnya. Percepatan ini menimbulkan kekhawatiran tentang kenaikan permukaan laut yang lebih cepat dari wilayah tersebut. Peneliti menghubungkan perubahan tersebut dengan air laut yang menghangat yang merusak struktur rak tersebut.

Dilaporkan oleh AI

Pada 2023, Gletser Hektoria di Semenanjung Timur Antartika mundur delapan kilometer hanya dalam dua bulan, menandai peristiwa tercepat yang tercatat. Hampir setengah gletser itu pecah karena posisinya di atas batuan dasar bawah air yang datar. Penemuan tersebut, yang dirinci dalam studi baru, menyoroti kerentanan fitur es Antartika lainnya.

Studi baru menunjukkan bahwa angin yang lebih kuat dan air laut dalam yang menghangat telah memicu penurunan tajam es laut Antartika sejak 2016. Sebelumnya sempat meluas, es tersebut mencapai rekor tertinggi pada 2014 sebelum merosot ke rekor terendah. Para peneliti mengaitkan perubahan ini dengan upwelling atau naiknya air laut dalam sirkumpolar yang didorong oleh angin.

Dilaporkan oleh AI

New Scientist telah menyusun koleksi gambar mencolok yang menangkap peristiwa lingkungan kunci tahun 2025, dari letusan vulkanik hingga runtuhnya gletser. Foto-foto ini menyoroti fenomena alam dramatis tahun itu, menekankan dampak perubahan iklim. Pilihan tersebut menampilkan pemandangan dari Sisilia hingga Greenland, mengilustrasikan kekuatan destruktif dan keajaiban alam.

 

 

 

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak