Bakteri Vibrio menyebar ke arah utara di Pantai Timur AS akibat suhu air yang meningkat

Para ilmuwan tengah memantau bakteri Vibrio, termasuk galur berbahaya vulnificus, seiring dengan meluasnya bakteri tersebut ke arah utara di sepanjang Pantai Timur AS di tengah meningkatnya suhu laut. Peneliti di University of Florida sedang mengembangkan sistem peringatan dini untuk memprediksi daerah berisiko tinggi sebulan sebelumnya. Bakteri ini berkembang biak di perairan hangat dan payau, serta menimbulkan risiko lebih besar bagi mereka yang memiliki sistem kekebalan tubuh lemah.

Bailey Magers dan Sunil Kumar dari University of Florida mengambil sampel air laut di Pantai Pensacola Agustus lalu untuk melacak keberadaan Vibrio. Bakteri yang terdiri dari lebih dari 70 spesies ini terakumulasi di perairan pantai yang hangat dengan suhu di atas 60 derajat Fahrenheit, menempel pada plankton, alga, kerang, dan tiram. Perubahan iklim telah membuat lautan menjadi lebih ramah bagi bakteri ini, dengan infeksi yang menyebar ke utara hingga ke Maine dan berkorelasi dengan gelombang panas serta badai seperti Helene dan Milton pada tahun 2024, menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC). CDC memperkirakan terdapat 80.000 kasus vibriosis setiap tahun di AS, yang menyebabkan sekitar 100 kematian, sebagian besar disebabkan oleh vulnificus, yang memiliki tingkat kematian 15-50% dan dapat membunuh dalam waktu 24 jam melalui luka terbuka atau konsumsi kerang mentah.

Artikel Terkait

A virus typically found in marine animals has infected humans in China for the first time, leading to serious eye conditions resembling glaucoma. Researchers identified covert mortality nodavirus in all 70 patients studied from 2022 to 2025. The pathogen, linked to handling or eating raw seafood, shows signs of possible family transmission.

Dilaporkan oleh AI

Coral reefs across the Houtman Abrolhos archipelago off Western Australia emerged almost unscathed from a prolonged marine heatwave in early 2025 that devastated reefs elsewhere. Researchers led by Kate Quigley from the University of Western Australia found no significant bleaching or mortality during surveys in July 2025. The discovery highlights potential secrets to heat tolerance that could aid global coral protection.

A popular edible mushroom, the golden oyster, is spreading rapidly through U.S. forests, outcompeting native fungi and threatening biodiversity, according to University of Florida researchers. Sold widely in markets including Florida, the fungus has appeared in more than 25 states in about a decade. Michelle Jusino, a forest pathology expert, urges growers to handle it responsibly to prevent further ecological damage.

Dilaporkan oleh AI

Researchers at the University of Rochester have identified a key mechanism for methane production in the open ocean, driven by phosphate scarcity. The discovery, published in Proceedings of the National Academy of Sciences, suggests warming oceans could boost these emissions, creating a potential climate feedback loop. This resolves a long-standing puzzle about methane in oxygen-rich surface waters.

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak