Yusril: tak ada lagi jalur cepat ITAS dan ITAP untuk WNA

Menteri Koordinator Yusril Ihza Mahendra menegaskan jalur cepat pengurusan Izin Tinggal Terbatas (ITAS) dan Izin Tinggal Tetap (ITAP) bagi warga negara asing sudah dihapus.

Yusril menyatakan perbaikan dilakukan sejak kabinet baru dibentuk di bawah Presiden Prabowo Subianto dan Kementerian Imipas berdiri. Ia menjelaskan praktik lama mempercepat izin dari empat atau lima hari menjadi satu hingga tiga hari melalui pembayaran khusus sudah dihentikan.

"Sekarang ini semua berjalan normal, yaitu semua permohonan itu akan dibahas dalam waktu, yang diselesaikan dalam waktu 4 atau 5 hari dan semua pembayaran disetorkan ke kas negara," ucap Yusril dalam keterangan video di Jakarta, Jumat.

Ia menambahkan kasus dugaan pemerasan yang menjerat mantan Wakil Menteri Imipas Silmy Karim telah berlangsung sejak 2023. KPK melaporkan para tersangka meraup Rp145,5 miliar dari praktik tersebut selama 2022-2026.

Artikel Terkait

Finance Minister Purbaya inviting global investors at a conference in Indonesia.
Gambar dihasilkan oleh AI

Purbaya invites global investors and follows mining royalty delay

Dilaporkan oleh AI Gambar dihasilkan oleh AI

Finance Minister Purbaya Yudhi Sadewa invited global investors to Indonesia while introducing the P2SP task force mechanism to resolve business obstacles.

A total of 378 pilgrims from the first group from Probolinggo arrived in Surabaya on Monday night with faster immigration processing thanks to the seamless corridor service.

Dilaporkan oleh AI

The Ministry of Hajj and Umrah is taking steps to shorten Hajj waiting times and utilize flights for tourism.

Finance Minister Purbaya Yudhi Sadewa announced the dismissal of two Ministry of Finance officials on May 4, 2026, following an investigation into five officials involved in tax restitution management. The move addresses discrepancies in 2025 fiscal year restitution payouts. Purbaya also introduced new rules for more orderly restitution processes.

Dilaporkan oleh AI

Coordinating Minister Yusril Ihza Mahendra stressed that the deportation of Abdul Karim Raeq Miqdad to Cyprus has no link to Indonesia's support for Palestine.

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak