Blue Origin

Ikuti
Grounded New Glenn rocket at Cape Canaveral after NG-3 upper stage mishap, with engineers reviewing failed orbit trajectory.
Gambar dihasilkan oleh AI

FAA menghentikan peluncuran New Glenn setelah kegagalan tahap atas pada misi NG-3

Dilaporkan oleh AI Gambar dihasilkan oleh AI

Federal Aviation Administration (FAA) telah menghentikan operasional roket New Glenn milik Blue Origin menyusul kegagalan parsial pada misi ketiganya, NG-3, yang diluncurkan pada hari Minggu dari Cape Canaveral Space Force Station. Masalah pada mesin tahap atas menyebabkan satelit BlueBird 7 gagal mencapai target orbit 285 mil dan hanya mencapai ketinggian sekitar 95 mil. Insiden ini, yang merupakan penghentian operasional kedua bagi roket tersebut, akan menunda seluruh penerbangan hingga investigasi selesai dilakukan.

NASA telah menerima purwarupa skala penuh kabin kru Mark 2 milik Blue Origin dan akan segera memulai latihan bagi para astronaut. Pengembangan ini mendukung target lembaga tersebut untuk membawa manusia kembali ke permukaan bulan pada tahun 2028.

Dilaporkan oleh AI

Administrator NASA Jared Isaacman memberi tahu anggota parlemen bahwa SpaceX dan Blue Origin memperkirakan pendarat bulan mereka akan siap untuk misi Artemis III pada akhir 2027. Misi tersebut kini akan menguji pendarat di orbit Bumi alih-alih mencoba pendaratan di bulan. Perubahan ini bertujuan untuk mengurangi risiko dan meningkatkan frekuensi peluncuran.

Blue Origin telah menggelar tahap pertama roket New Glenn-nya ke Kompleks Peluncuran 36 di Florida untuk penerbangan keduanya. Misi ini bertujuan meluncurkan dua pesawat ruang angkasa ESCAPADE menuju Mars, dengan jendela target pada awal November. Perusahaan berencana memulihkan booster, yang dinamai 'Never Tell Me The Odds,' dengan perkiraan peluang sukses 75 persen.

Dilaporkan oleh AI

Blue Origin telah mengumumkan niat untuk mendaratkan dan menangkap booster tahap pertama roket New Glenn-nya selama peluncuran berikutnya, bertujuan untuk menggunakannya kembali untuk misi lunar di masa depan. Langkah ini merupakan bagian dari upaya yang lebih luas untuk memajukan roket yang dapat digunakan kembali di tengah persaingan antariksa AS-China yang semakin intens. Perusahaan melihat ini sebagai langkah kunci menuju eksplorasi ruang angkasa dalam yang lebih hemat biaya.

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak