Mars
Sebuah tim penelitian Eropa telah mengembangkan sistem tiga robot untuk menjelajahi terowongan lava di Bulan dan Mars secara otonom, yang bisa menjadi basis terlindungi bagi astronot. Teknologi ini diuji coba sukses di gua vulkanik di Lanzarote, Spanyol, menunjukkan potensinya untuk memetakan lingkungan bawah tanah. Konsep misi ini bertujuan melindungi penjelajah dari radiasi dan hantaman meteorit.
Dilaporkan oleh AI
Rover Perseverance NASA menemukan batu putih terang yang terbuat dari tanah liat kaolinit di Kawah Jezero, menunjukkan bahwa Mars pernah mengalami jutaan tahun hujan dalam kondisi hangat dan lembab. Tanah liat kaya aluminium ini, mirip dengan yang terbentuk di hutan hujan tropis Bumi, menyiratkan bahwa planet tersebut memiliki air yang melimpah dan lingkungan yang berpotensi layak huni sejak lama. Batu-batu yang tersebar ini membingungkan para ilmuwan tentang asal-usulnya, mungkin dari banjir atau benturan.
Batu sedimen di kawah Gale Mars menunjukkan bahwa planet itu pernah memiliki bulan yang jauh lebih besar yang mampu menghasilkan pasang surut di danau-danau kuno. Peneliti menganalisis formasi berlapis yang diambil gambar oleh rover Curiosity NASA, mengusulkan bahwa bulan ini 15 hingga 18 kali massa bulan Phobos saat ini. Meskipun gagasan ini menghidupkan kembali teori pasang surut, beberapa pakar mempertanyakan apakah danau kawah kecil bisa mendukung aktivitas tersebut.
Dilaporkan oleh AI
Citra baru dari orbiter Mars Express milik ESA telah mengungkap tanda-tanda zaman es masa lalu di wilayah Coloe Fossae di Mars. Fitur-fitur ini mencakup pola seperti gletser di lembah dan kawah, yang mengisyaratkan perubahan iklim yang menyebarkan es jauh dari kutub. Temuan menunjukkan periode es ini berakhir baru sekitar 500.000 tahun yang lalu.