Tembok 65 meter SMPN 182 Jakarta roboh karena tanah labil

Sebuah tembok pembatas sepanjang 65 meter di SMPN 182 Jakarta roboh pada Minggu, 15 Februari 2026, siang hari. Tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut, meskipun puing-puing menghantam area parkir sekolah. Penyebab sementara adalah struktur tanah yang labil akibat tanah urukan.

Warga Jakarta dikejutkan oleh video viral yang menangkap detik-detik robohnya tembok pembatas SMPN 182. Tembok setinggi 5,3 meter itu ambruk tiba-tiba sekitar pukul 11.22 WIB pada 15 Februari 2026, seperti terlihat dalam rekaman CCTV yang beredar di media sosial. Puing-puing beton runtuh ke arah lingkungan sekolah dan menutupi sebagian halaman parkir, serta menyumbat saluran air yang mengganggu aliran normal.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta, Isnawa Adji, membenarkan kejadian tersebut. "Penyebab sementara karena struktur tanah labil, tanah urukan," ujarnya kepada wartawan pada Senin, 16 Februari 2026. Beruntung, insiden ini tidak menimbulkan korban jiwa.

Langsung setelah kejadian, petugas dari berbagai instansi dikerahkan untuk membersihkan puing-puing. Tim yang terlibat mencakup BPBD DKI Jakarta, Dinas Sumber Daya Air Jakarta Selatan, PPSU Kelurahan Kalibata, Lembaga Masyarakat Kelurahan (LMK), aparat kelurahan, dan Bhabinkamtibmas setempat. Proses pembersihan dilakukan untuk mencegah risiko lanjutan dan memastikan aktivitas sekolah tidak terganggu. Kerugian materi masih dalam pendataan.

Artikel Terkait

Rescue teams dig through mud and debris during heavy rain after a deadly landslide in Cisarua, West Bandung, killing 25 with 65 missing.
Gambar dihasilkan oleh AI

Deadly landslide in Cisarua Bandung Barat kills 25

Dilaporkan oleh AI Gambar dihasilkan oleh AI

A landslide disaster in Cisarua District, West Bandung Regency, on January 24, 2026, has killed 25 people with 65 others still missing. Joint SAR teams continue evacuation efforts despite heavy rain, while ITB experts reveal complex causes involving mudflow from a natural dam. Two police officers also died in an accident while on duty at the site.

Indonesia's National Search and Rescue Agency (Basarnas) in Jakarta found another body on Monday afternoon, bringing the death toll from the garbage pile landslide at TPST Bantargebang to five. The incident occurred on Sunday, March 8, 2026, due to prolonged heavy rain. Search efforts for four missing victims continue with hundreds of combined personnel.

Dilaporkan oleh AI

The search and rescue operation for the March 8 trash landslide at TPST Bantargebang in Bekasi has concluded, with all 13 victims located: six survivors and seven fatalities. Officials urge an end to open dumping amid a national waste crisis.

The government plans weather modification operations at the Pasirlangu Village landslide site in Cisarua, Bandung Barat, to aid the search for missing victims. The disaster on January 24, 2026, killed 10 people and buried 30 houses. West Java Governor Dedi Mulyadi promises Rp10 million per household for temporary housing.

Dilaporkan oleh AI

Heavy rains pounding Jakarta since Wednesday night, January 28, 2026, have flooded 18 neighborhoods until Thursday morning. Eastern Jakarta is worst hit with water levels up to 150 cm, while residents opt to stay on upper floors without evacuating. Transjakarta services are disrupted, with 28 routes diverted or shortened.

Central Aceh district has been hit by another flash flood due to heavy rain since the afternoon, causing two emergency bridges to collapse and isolating several villages. No fatalities have been reported so far. The Aceh Disaster Mitigation Agency (BPBA) has deployed teams to anticipate further impacts.

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak