Andhika Surya Gumilar tekankan kecerdasan emosional dan spiritual remaja Jabar

Anggota Komisi V DPRD Jawa Barat Andhika Surya Gumilar menekankan pentingnya pengembangan kecerdasan emosional dan spiritual siswa untuk mencegah krisis mental di kalangan remaja. Ia menyoroti peningkatan kasus bunuh diri belakangan ini sebagai peringatan bagi dunia pendidikan. Pendidikan tidak boleh hanya fokus pada prestasi akademik, tapi juga kekuatan mental dan karakter.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Anggota Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi Gerindra, Andhika Surya Gumilar, menegaskan bahwa pendidikan di sekolah perlu memberikan perhatian serius pada pengembangan kecerdasan emosional dan spiritual siswa. Pernyataan ini disampaikan pada Sabtu (21/02/2026) pagi kepada Republika.

Andhika berpendapat bahwa keberhasilan pendidikan tidak boleh hanya diukur dari prestasi akademik, melainkan juga dari kekuatan mental, pembentukan karakter, dan keseimbangan jiwa peserta didik. Ia menyoroti meningkatnya kasus bunuh diri di kalangan remaja Jawa Barat dalam beberapa waktu terakhir, yang menjadi peringatan bagi dunia pendidikan untuk lebih peduli terhadap kesehatan mental dan psikologis siswa.

"Sekolah seharusnya menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi anak. Mereka tidak hanya dituntut berprestasi, tetapi juga perlu dibekali ketangguhan emosional dan spiritual," ujar Andhika.

Menurutnya, program pendidikan karakter, layanan bimbingan konseling, serta penguatan nilai keagamaan dan moral harus ditingkatkan. Peran guru, orang tua, dan lingkungan sekolah sangat penting sebagai pendamping yang memahami tekanan generasi muda.

Andhika menjelaskan bahwa kecerdasan emosional membantu siswa mengelola stres, membangun empati, dan menjalin relasi sosial sehat. Sementara kecerdasan spiritual memberikan landasan nilai dan tujuan hidup untuk menghadapi persoalan.

Ia meminta pemerintah daerah dan pemangku kebijakan pendidikan di Jawa Barat memperluas program pendampingan psikologis di sekolah, termasuk penambahan tenaga konselor profesional.

"Ini tanggung jawab bersama. Kita ingin mencetak generasi yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga matang secara emosional dan kokoh secara spiritual," ujarnya.

Andhika berharap perhatian ini menjadi langkah pencegahan krisis mental di kalangan pelajar, sekaligus membentuk generasi Jawa Barat yang berkarakter kuat dan seimbang.

Artikel Terkait

Illustration of a impoverished 10-year-old Indonesian schoolboy unable to afford basic school supplies, highlighting rural education inequality and poverty.
Gambar dihasilkan oleh AI

NTT schoolboy suicides over inability to buy books, spotlighting education access

Dilaporkan oleh AI Gambar dihasilkan oleh AI

A 10-year-old elementary school student in Ngada Regency, East Nusa Tenggara, was found dead by hanging on January 29, 2026, after being unable to afford a book and pen costing Rp10,000. The tragic incident has prompted responses from central to local governments, including evaluations of the education system and social aid. The victim's family was not receiving social assistance due to administrative issues.

Member of DPR RI's Commission III, I Wayan Sudirta, described the death of student AT due to assault by a Brimob officer in Tual, Maluku, as a stain on the Polri institution. He urged a comprehensive evaluation of Polri's handling functions to prevent similar cases. Kapolri Listyo Sigit Prabowo has ordered a thorough investigation.

Dilaporkan oleh AI

Bank Indonesia Governor Perry Warjiyo emphasized the need to boost financial literacy amid rising digital risks like illegal online loans and scams. The statement was made at the AKSI KLIK event in Jakarta on March 6, 2026. Coordinating Minister Airlangga Hartarto also announced the formation of the National Financial Welfare Council to support public financial well-being.

Education Minister Abdul Mu'ti has urged students living near their schools to walk or bike there to support President Prabowo Subianto's energy efficiency campaign. The appeal was made in Jakarta on Monday, March 30, 2026.

Dilaporkan oleh AI

Coordinating Minister for Community Empowerment Abdul Muhaimin Iskandar urged 200 prospective Indonesian migrant workers (PMI) heading to Japan to work professionally and uphold Indonesia's reputation. The message was delivered at their departure event at Terminal 3 Soekarno-Hatta Airport in Tangerang on Friday (April 3). The event is part of the SMK Go Global program.

Deputy Chair of DPR RI's Commission III, Rano Alfath, has urged Polri to thoroughly investigate the alleged assault by Brimob member Bripda MS on madrasah student Arianto Tawakal (14) in Tual, Maluku, which resulted in his death. National Police Chief Listyo Sigit Prabowo expressed anger over the incident and promised uncompromising legal proceedings. Maluku Regional Police assured that the ethics trial and criminal investigation will proceed quickly and transparently.

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak