Unai Emery menyebut pertandingan Aston Villa melawan Arsenal yang akan datang sebagai tantangan tersulit mereka sejauh ini dalam perebutan gelar Premier League. Villa tertinggal tiga poin dari pemuncak klasemen setelah meraih 11 kemenangan beruntun di semua kompetisi. Laga di Emirates datang hanya beberapa minggu setelah kemenangan dramatis 2-1 Villa atas Arsenal di kandang.
Pratinjau: Arsenal vs Aston Villa
Aston Villa menuju Stadion Emirates pada malam Selasa untuk pertemuan penting Premier League melawan pemuncak klasemen Arsenal, sebuah laga yang disebut Unai Emery sebagai 'ujian terbesar' timnya musim ini. Villa, yang tertinggal tiga poin, telah melonjak ke perebutan gelar dengan rekor 11 kemenangan beruntun di semua kompetisi, termasuk delapan kemenangan berturut-turut di liga—paling panjang sejak 1910. Kemenangan terbaru mereka adalah comeback 2-1 melawan Chelsea pada Sabtu, di mana pengganti Ollie Watkins mencetak dua gol di babak kedua.
Emery, berbicara menjelang laga ulang, merefleksikan kemenangan tipis 2-1 Villa atas Arsenal tiga minggu lalu di Villa Park, yang diamankan oleh gol telat Emi Buendia. 'Mereka bersaing di level tertinggi sepak bola,' kata Emery tentang klub lamanya. 'Kami menunjukkan kemampuan kami untuk merespons, bersaing melawan mereka... tapi besok akan menjadi pertandingan berbeda karena mereka bermain di Emirates, dan mereka akan merasa lebih kuat.' Ia menekankan perlunya adaptasi, duel individu, dan struktur taktis, sambil mengakui status favorit Arsenal yang didukung oleh pemain yang kembali seperti Kai Havertz dan Gabriel Jesus.
Manajer Arsenal Mikel Arteta sementara ini menghadapi masalah cedera yang bisa mendorong perekrutan pada Januari. Absen kunci termasuk Havertz (lutut), Ben White (pangkal paha), dan Cristhian Mosquera (pergelangan kaki), dengan Riccardo Calafiori (otot) dan Jurrien Timber (benturan) meragukan. 'Kami harus aktif mencari' penguatan, ujar Arteta, menyoroti masalah kedalaman skuad di tengah jadwal padat.
Arteta memuji konsistensi Villa di bawah Emery: 'Mereka berhak berada di sana... mereka melakukannya di lapangan.' Arsenal punya rekor kandang kuat, menang sembilan dari 10 laga liga terakhir di Emirates, tapi Villa menang tiga dari lima pertemuan terakhir. Meski Villa resilien—mengamankan 18 poin dari posisi kalah musim ini—bentuk Gunners menandakan pertandingan ketat.
Emery tetap ambisius: 'Ambisi kami adalah pergi besok menghadapi mereka dan lihat bagaimana kami menghadapi mereka.' Dengan Manchester City juga ikut campur, satu poin di depan Villa menurut beberapa laporan, pertandingan ini bisa membentuk perebutan gelar menuju 2026.