Obat yang disetujui FDA tunjukkan potensi melawan kanker hati langka

Sebuah studi telah mengidentifikasi bagaimana pengobatan yang sudah ada dapat meningkatkan hasil imunoterapi untuk karsinoma fibrolamelar. Kanker hati langka ini saat ini tidak memiliki obat dan sering kali menyebar sebelum terdeteksi. Para peneliti mendemonstrasikan pendekatan tersebut dengan menggunakan sampel tumor pasien.

Karsinoma fibrolamelar mencakup sekitar 2 persen dari kasus kanker hati dan terutama menyerang anak-anak serta orang dewasa muda. Tumor menciptakan pita fibrosa yang menjebak sel T imun agar tidak mencapai sel kanker, sehingga menghalangi efek penghambat titik periksa (checkpoint inhibitors).

Para ilmuwan di Cornell University dan University of Washington menggunakan transkriptomik inti tunggal untuk memetakan interaksi ini. Mereka menemukan bahwa sel stelata yang diubah oleh kanker mengirimkan sinyal yang mengarahkan sel T ke dalam jaringan fibrosa.

Perawatan dengan AMD3100, obat yang telah disetujui FDA, mengarahkan kembali sel T ke dalam tumor. Ketika dikombinasikan dengan penghambatan titik periksa imun, pendekatan tersebut meningkatkan kematian sel tumor dalam sampel.

Praveen Sethupathy, salah satu penulis senior, mengatakan hasil tersebut menyoroti pengecualian sel T sebagai hambatan utama dalam kanker ini. Tim tersebut kini merekrut spesialis untuk memulai uji klinis. Penelitian ini didanai oleh Fibrolamellar Cancer Foundation.

Artikel Terkait

Microscopic illustration of T cells with SLAMF6 receptors and blocking antibodies fighting cancer cells.
Gambar dihasilkan oleh AI

Study identifies SLAMF6 as a self-activating brake on anti-cancer T cells, pointing to a new immunotherapy target

Dilaporkan oleh AI Gambar dihasilkan oleh AI Fakta terverifikasi

A research team led by Université de Montréal immunologist André Veillette reports that the immune receptor SLAMF6 can inhibit T cells by activating through interactions on the T cell surface itself, a mechanism the authors say could help explain why some patients fail to respond—or later stop responding—to checkpoint-based cancer immunotherapies. In the same study, the researchers describe monoclonal antibodies designed to block SLAMF6’s self-interaction, which boosted T-cell activity in laboratory tests and strengthened anti-tumor responses in mouse experiments.

A protein called NFIL3 has been identified as a key factor in reducing the long-term performance of CAR T cells used in cancer treatment. Researchers showed that disabling this protein allows the engineered cells to remain active longer and fight tumors more effectively in laboratory models.

Dilaporkan oleh AI

Researchers have found that making cancer cells stiffer can enhance the effectiveness of car t-cell therapy against aggressive tumors. In experiments with mice, the approach led to complete tumor disappearance in some cases. The findings were presented recently at a conference in London.

A genetically engineered virus has stopped pancreatic tumors from growing in three patients in an early US clinical trial. The results come from a safety study led by researchers at the University of Minnesota.

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak