Pimpinan PMDG Gontor KH Amal Fathullah Zarkasyi wafat

Prof. Dr. K.H. Amal Fathullah Zarkasyi, M.A., pimpinan dan pengasuh Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) Ponorogo, meninggal dunia pada Sabtu (3/1/2026) pukul 12.14 WIB saat menjalani perawatan di RSUD dr. Moewardi, Solo.

Ponorogo, Jawa Timur - Pimpinan sekaligus pengasuh Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) Ponorogo, Prof. Dr. K.H. Amal Fathullah Zarkasyi, M.A., wafat pada Sabtu (3/1/2026) sekitar pukul 12.14 WIB. Informasi ini disampaikan secara resmi melalui akun media sosial PMDG Gontor.

Dalam keterangan resmi di akun media sosial tersebut, disebutkan bahwa KH Amal Fathullah Zarkasyi meninggal dunia saat menjalani perawatan di RSUD dr. Moewardi, Solo, Jawa Tengah. "Telah berpulang ke rahmatullah Prof. Dr. K.H. Amal Fathullah Zarkasyi, M.A. (Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor) pada Sabtu, 14 Rajab 1447 H atau 3 Januari 2026 pukul 12.14 WIB di RSUD Dr. Moewardi, Solo. Semoga almarhum husnul khatimah, diampuni segala dosanya dan diterima seluruh amal ibadahnya," demikian bunyi keterangan resmi PMDG.

Almarhum merupakan putra keempat dari K.H. Imam Zarkasyi, salah satu Trimurti Pendiri Pondok Modern Darussalam Gontor bersama K.H. Ahmad Sahal dan K.H. Zainuddin Fananie. Ia lahir pada 4 November 1947. Semasa hidupnya, KH Amal Fathullah Zarkasyi dikenal sebagai akademisi dan cendekiawan Muslim dengan kepakaran di bidang akidah dan filsafat Islam, khususnya ilmu kalam, perbandingan agama, dan teologi Islam.

Selain kiprahnya di dunia keilmuan, almarhum juga berperan besar dalam pengembangan pendidikan Islam modern. Ia pernah menjabat sebagai Rektor Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor periode 2014–2020, sebelum kemudian mengemban amanah sebagai pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor hingga akhir hayatnya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak PMDG belum menyampaikan keterangan resmi terkait prosesi pemakaman almarhum.

Artikel Terkait

Somber photorealistic portrait of Prof KH Amal Fathullah Zarkasyi at Gontor pondok with mourning students, honoring his legacy in Islamic education.
Gambar dihasilkan oleh AI

Prof KH Amal Fathullah Zarkasyi, pimpinan Gontor, wafat di Solo

Dilaporkan oleh AI Gambar dihasilkan oleh AI

Prof Dr KH Amal Fathullah Zarkasyi, pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor, meninggal dunia pada 3 Januari 2026 di RSUD Dr Moewardi Solo. Tokoh pendidikan pesantren ini dikenal atas kontribusinya dalam memajukan pendidikan muadalah dan mendirikan Universitas Darussalam Gontor. Berbagai tokoh menyampaikan duka cita atas kepergiannya.

Ribuan jemaah memadati pengajian akbar gus ikhdam di desa sidorejo, lampung timur, pada 21 desember 2025. Bupati ela siti nuryamah menekankan pentingnya menjaga persatuan dan kerukunan umat.

Dilaporkan oleh AI

Pendakwah Gus Miftah memimpin acara doa bersama di Masjid Raya KH Hasyim Asy’ari, Jakarta Barat, pada Jumat malam, 26 Desember 2025. Acara ini diinisiasi oleh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama untuk mendoakan pemulihan pascabencana di Sumatera dan keselamatan bangsa dari ancaman iklim ekstrem.

Empat pimpinan partai politik dari koalisi pendukung pemerintahan berkumpul di kediaman Bahlil Lahadalia pada 28 Desember 2025. Pertemuan itu membahas politik berkeadaban, gotong royong untuk pembangunan nasional, dan isu mendesak seperti rehabilitasi pascabencana di Sumatera. Sekjen PKB Hasanuddin Wahid menegaskan diskusi difokuskan pada kebaikan bangsa.

Dilaporkan oleh AI

Sutrisno bin Raji, ayah bek Timnas Indonesia Pratama Arhan, meninggal dunia pada 7 Desember 2025 di RSUD Soetijono Blora akibat komplikasi penyakit yang diderita lama. Kepergiannya disampaikan oleh kakak Arhan dan menuai belasungkawa dari berbagai pihak, termasuk mantan besan Andre Rosiade. Mantan istrinya, Azizah Salsha, juga datang melayat meski menuai kritik atas penampilannya.

Di tengah gejolak internal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Ketua Umum Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya menegaskan bahwa rapat harian Syuriyah tidak berwenang memberhentikannya. Para kiai dalam silaturahmi sepakat menolak pemakzulan dan mendorong penyelesaian melalui musyawarah sesuai AD/ART. Cabang-cabang daerah seperti PCNU Tulungagung menjaga aktivitas normal sambil menunggu keputusan resmi.

Dilaporkan oleh AI

Wakil Menteri Haji dan Umrah RI Dahnil Anzar Simanjuntak meminta peserta diklat calon petugas haji 2026 untuk mencopot gelar mereka selama pelatihan dan bertugas di Tanah Suci. Pernyataan ini disampaikan di hadapan lebih dari 1.600 peserta di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta. Tujuannya adalah menerapkan konsep 'pemutihan' status sosial untuk hierarki pelayanan yang lebih baik.

 

 

 

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak