Simpul spiritual Gus Dur dan Guru Sekumpul oase di tengah hiruk-pikuk dunia

Hubungan spiritual antara Gus Dur dan Guru Sekumpul menjadi kisah yang hidup dalam ingatan umat Islam Indonesia. Kedua ulama ini berbagi nilai Islam yang berakar pada akhlak dan kasih sayang, meski menempuh jalur dakwah berbeda. Haul Guru Sekumpul yang dihadiri jutaan orang setiap tahun menegaskan pengaruh spiritualnya yang mendalam.

Dalam sejarah Islam Indonesia, perjumpaan antara Abdurrahman Wahid atau Gus Dur dan KH Muhammad Zaini bin Abdul Ghani, yang dikenal sebagai Guru Sekumpul, tidak tercatat secara formal tetapi kuat dalam pengaruhnya. Gus Dur, ulama, intelektual, dan mantan presiden, menghormati Guru Sekumpul sebagai ulama karismatik Banjar yang memilih dakwah kultural dan spiritual, menjauhi hiruk-pikuk kekuasaan.

Menurut buku Abdurrahman Wahid: Muslim Democrat, Indonesian President karya Greg Barton (2002), Gus Dur memiliki penghormatan mendalam terhadap tradisi tasawuf dan ulama karismatik yang menjaga stabilitas moral umat secara senyap. Guru Sekumpul digambarkan dalam Manaqib Guru Sekumpul karya Abdul Aziz Al-Banjari sebagai sosok sederhana yang memusatkan dakwah pada pengajaran, zikir, dan pembinaan akhlak jamaah.

Buku Ulama Banjar dan Karisma Spiritual karya Alfani Daud menekankan bahwa otoritas Guru Sekumpul tumbuh dari keteladanan, bukan jabatan, yang sejalan dengan pandangan Gus Dur tentang kepemimpinan moral. Artikel M. Zainal Arifin di jurnal Kalimah menyebutkan bahwa karisma ulama seperti Guru Sekumpul dibangun melalui konsistensi akhlak.

Fenomena haul Guru Sekumpul di Mushola Ar-Raudhah, Martapura, Kalimantan Selatan, setiap 5 Rajab Hijriah, menarik jutaan jamaah dari Nusantara dan mancanegara. Riset Ahdiyatul Hidayah di JIQTA menganalisisnya sebagai tradisi teologis dan sosial untuk tawasul dan doa, ekspresi cinta terhadap ajaran Guru Sekumpul melalui sholawat, tahlil, dan manaqib. Triogi Wulandari di JAMPARING menyoroti penguatan solidaritas sosial dan transformasi spiritual, di mana jamaah merasakan perubahan batin, kesalehan, dan persaudaraan.

Haul ini bukan hanya ritual, melainkan pengalaman batiniah yang memperkuat nilai-nilai keagamaan sehari-hari, mencerminkan teladan Guru Sekumpul yang diajarkan juga oleh Gus Dur.

Artikel Terkait

Social Minister Gus Ipul at podium in Surabaya, vowing corruption-free procurement for Sekolah Rakyat program aiding poor children, with event banner and school imagery.
Gambar dihasilkan oleh AI

Gus Ipul ensures Sekolah Rakyat procurement free of corruption

Dilaporkan oleh AI Gambar dihasilkan oleh AI

Social Minister Saifullah Yusuf, known as Gus Ipul, emphasized that Sekolah Rakyat construction procurement must be free from corruption and manipulation. The statement was made in Surabaya on May 3, 2026, aligning with President Prabowo Subianto's directives. The program prioritizes out-of-school children from extremely poor families.

KH Abdussalam Shohib, known as Gus Salam, visited Rais Syuriyah PWNU South Kalimantan, KH Muhammad Wildan Salman or Guru Wildan, on April 26, 2026. The visit sought blessings and guidance for his bid to become PBNU General Chairman via the 35th Muktamar. Guru Wildan advised managing Nahdlatul Ulama with pesantren-based scholarship and noble ethics.

Dilaporkan oleh AI

Thirty-one kings and representatives from Diraja Nusantara attended the Gebyar Pesona Budaya Garut event in central Garut, West Java, on Saturday. Their presence aims to strengthen cultural heritage preservation and tourism networks. The annual event promotes local wisdom and regional cultural ties.

Two suspects in the stabbing of Golkar Maluku Tenggara DPD Chairman Agrapinus Rumatora alias Nus Kei allegedly acted out of an old grudge from their time in Jakarta. The bloody incident occurred at Karel Sadsuitubun Airport on April 19, 2026, with both arrested by police. Golkar leaders urge calm and thorough investigation.

Dilaporkan oleh AI

Ahead of El Rumi and Syifa Hadju's wedding on April 26, 2026, father Ahmad Dhani said he has successfully prepared his son for married life. Pre-wedding siraman and sungkeman rituals occurred on April 24, with Syifa Hadju tearfully apologizing to her parents. The reception is set to be larger than brother Al Ghazali's wedding.

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak