Pengusaha Grup Djarum, Michael Bambang Hartono, meninggal dunia pada 19 Maret 2026 pukul 13.11 waktu Singapura di usia 86 tahun. Jenazahnya akan disemayamkan di Jakarta dan Kudus sebelum pemakaman di Pemakaman Codo, Rembang, pada 25 Maret 2026. Berbagai klub Serie A turut menyampaikan duka cita atas kepergiannya sebagai pemegang saham mayoritas Como 1907.
Michael Bambang Hartono, orang terkaya di Indonesia versi Forbes dengan kekayaan bersih sekitar Rp 319,9 triliun per 20 Maret 2026, menghembuskan napas terakhir pada Kamis, 19 Maret 2026 pukul 13.11 waktu Singapura. Pengumuman Grup Djarum menyatakan: 'M. Bambang Hartono, Usia 86 tahun, telah berpulang ke rumah Bapa di Surga pada tanggal 19 Maret 2026, jam 13.11 waktu Singapura.' Beberapa sumber menyebut usianya 84 tahun, namun pengumuman resmi menggunakan 86 tahun. Jenazah disemayamkan 20-22 Maret 2026 di Rumah Duka Grand Heave, Pluit, Jakarta, lalu 22-25 Maret di GOR Djarum, Kudus. Misa Tutup Peti digelar 21 Maret pukul 19.00 WIB. Pemakaman dijadwalkan 25 Maret di Pemakaman Codo, Rembang, dengan Misa Pelepasan pukul 08.00 WIB, pemberangkatan dari Kudus pukul 09.00 WIB, upacara pukul 10.40 WIB, dan penguburan sekitar pukul 11.00 WIB. Semasa hidup, Hartono mengembangkan Djarum menjadi perusahaan rokok besar, ekspansi ke perbankan, teknologi, dan investasi. Ia aktif di filantropi via Djarum Foundation untuk pendidikan, olahraga, lingkungan, serta atlet bridge profesional yang berkontribusi medali perunggu Asian Games 2018. Sebagai pemilik mayoritas Como 1907 sejak 2019 bersama Robert Budi Hartono, klub itu promosi ke Serie A 2024 dan kini peringkat empat. Klub-klub Serie A seperti Inter Milan, Lazio, dan Napoli menyampaikan belasungkawa. Presiden Lazio Claudio Lotito berkata: 'Kepergian Michael Bambang Hartono merupakan kehilangan besar tidak hanya bagi klub tersebut, tetapi juga bagi dunia sepak bola secara keseluruhan.'