Pandji Pragiwaksono harap kasus candaan pemakaman Toraja selesai damai

Komika Pandji Pragiwaksono menjalani pemeriksaan di Bareskrim Polri pada 9 Maret 2026 terkait dugaan penghinaan adat Toraja. Ia berharap kasus ini dapat diselesaikan secara damai melalui keadilan restoratif. Pandji baru saja menjalani sidang adat di Tana Toraja pada Februari lalu.

Jakarta, VIVA – Pada Senin, 9 Maret 2026, komika Pandji Pragiwaksono kembali mendatangi Gedung Bareskrim Polri untuk menjalani pemeriksaan terkait laporan dugaan penghinaan terhadap adat Toraja akibat candaannya tentang pemakaman. Kali ini, ia datang tanpa didampingi kuasa hukumnya, Haris Azhar, hanya bersama asistennya, mengenakan jaket hitam, kaos bertuliskan Mens Rea, dan topi hitam.

Pandji menduga pemeriksaan akan membahas sidang adat Toraja yang dijalaninya sebelumnya. "Ya, hari ini dipanggil, panggilannya kelihatannya untuk melanjutkan kasus Toraja," katanya. Ia menekankan harapannya agar kasus ini diselesaikan damai, sejalan dengan pendekatan keadilan restoratif dalam KUHP baru yang mengutamakan penyelesaian konflik secara damai.

"Ya kan kalau di KUHP baru kan diutamakan kan restorative justice. Terus bahwa sidang adat itu valid dan apa namanya diangkat diutamakan," ujar Pandji. Sikap ini juga didukung kuasa hukumnya, Haris Azhar, meski ia tidak berspekulasi tentang hasil proses hukum. Pandji menegaskan akan mengikuti semua tahapan penyidikan.

Sidang adat digelar pada 10 Februari 2026 di Tongkonan Layuk Kaero, Sangalla, Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan. Acara itu khidmat, melibatkan perwakilan dari 32 wilayah adat Toraja, dan difasilitasi Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN). Pandji hadir langsung dengan Haris Azhar.

Sanksi adat mencakup permintaan maaf serta kewajiban membayar satu ekor babi dan lima ekor ayam sebagai pelengkap ritual. “Pelengkap dari ritual permohonan maaf kepada leluhur kami adalah satu ekor babi, lima ekor ayam,” kata salah satu tokoh adat yang memimpin sidang, dikutip dari akun Instagram @infotoraja pada 11 Februari 2026.

Sebelumnya, pada 2 Februari 2026, Pandji diperiksa sebagai saksi terlapor dan menjawab 48 pertanyaan seputar materi stand-up comedynya.

Artikel Terkait

Comedian Pandji Pragiwaksono apologizes in traditional Toraja court before elders, with ritual pig and chickens.
Gambar dihasilkan oleh AI

Pandji Pragiwaksono undergoes Toraja adat court and apologizes

Dilaporkan oleh AI Gambar dihasilkan oleh AI

Comedian Pandji Pragiwaksono faced a traditional Toraja court at Tongkonan Layuk Kaero, Tana Toraja, on February 10-11, 2026, over stand-up comedy material offending Toraja culture. He apologized before 32 adat representatives and received a ritual sanction of one pig and five chickens to restore community harmony.

Comedian Pandji Pragiwaksono underwent police questioning on February 2, 2026, regarding alleged SARA-tinged insults toward Toraja tribe funeral customs. The case has advanced to the investigation stage, though Pandji remains a reporting witness. He claims to be cooperative and has apologized for his joke.

Dilaporkan oleh AI

Comedian Pandji Pragiwaksono is scheduled to attend a customary trial in Tanah Toraja, South Sulawesi, on February 10, 2026, addressing a long-standing controversy over his comedy material deemed offensive to the Toraja indigenous community. The process is organized by the Indigenous Peoples' Alliance of the Archipelago (AMAN) Toraja following discussions with Pandji. The trial aims to restore relationships and dignity, rather than to punish.

Two suspects in the stabbing of Golkar Maluku Tenggara DPD Chairman Agrapinus Rumatora alias Nus Kei allegedly acted out of an old grudge from their time in Jakarta. The bloody incident occurred at Karel Sadsuitubun Airport on April 19, 2026, with both arrested by police. Golkar leaders urge calm and thorough investigation.

Dilaporkan oleh AI

Owner of Bibi Kelinci restaurant, Nabilah O'Brien, admitted feeling deeply shattered when named a suspect in a defamation case by her customer, Zhendy Kusuma. The case ended peacefully through mediation on March 8, 2026, and was discussed in a Commission III DPR RI meeting on March 9, 2026.

Wardatina Mawa underwent a more than three-hour examination by Polda Metro Jaya investigators regarding a report of alleged adultery. She faced 27 questions and plans to file for divorce after Lebaran at the Medan Religious Court.

Dilaporkan oleh AI

President Prabowo Subianto has labeled the acid attack on KontraS activist Andrie Yunus as barbaric terrorism that must be thoroughly investigated to its masterminds. He stressed law enforcement without favoritism, even if state apparatus are involved.

 

 

 

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak