Pandji Pragiwaksono hadapi 10 laporan polisi terkait Mens Rea

Komika Pandji Pragiwaksono mengungkapkan bahwa ia menghadapi 10 laporan polisi terkait materi stand-up comedy Mens Rea setelah menjalani pemeriksaan di Bareskrim Polri. Laporan-laporan tersebut mencakup tuduhan menyinggung Wakil Presiden Gibran dan penistaan agama, termasuk dari perwakilan organisasi NU dan Muhammadiyah. Pandji menegaskan komedinya adalah hiburan berbayar dan ia akan tetap berekspresi bebas.

Jakarta, VIVA – Polemik seputar stand-up comedy Mens Rea karya Pandji Pragiwaksono terus bergulir setelah ia menjalani pemeriksaan di Bareskrim Polri. Dalam wawancara di kanal YouTube Denny Sumargo pada Selasa, 3 Februari 2026, Pandji mengungkapkan jumlah laporan polisi terhadap dirinya mencapai 10, jauh lebih banyak dari dugaan awal.

"Sepuluh katanya," ujar Pandji. Ia mengaku lupa detail semua laporan, tetapi menyebut beberapa di antaranya karena tuduhan menyinggung fisik Wakil Presiden Gibran dan penistaan agama. Salah satu laporan terkait adegan salat dalam materinya, yang dilaporkan oleh pihak yang mengklaim mewakili Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah.

"Betul, NU, yang mengaku mewakili NU dan Muhammadiyah. Gua lupa siapa aja," tambahnya. Pandji terkejut karena Mens Rea adalah pertunjukan komedi berbayar di Netflix, yang ditonton secara sukarela. "Kaget sih sejujurnya. Terus gua ini kan cuma bercandaan, ini kan komedi jelaslah... Lah orang bayar untuk nonton kok," tegasnya.

Meski demikian, Pandji tidak lagi memusingkan risiko menyinggung orang. Pengalaman hukum sebelumnya, termasuk kasus kucing, membuatnya berhenti memikirkan keamanan materi. "Gue udah berhenti mikirin apakah ini aman atau tidak... Gue ngomong apapun yang gue mau," katanya, menekankan niat baik dalam berkarya tanpa maksud buruk.

Artikel Terkait

Indonesian man filing police report against comedian Pandji Pragiwaksono at Jakarta police station over alleged defamation in 'Mens Rea' stand-up routine.
Gambar dihasilkan oleh AI

Komika Pandji Pragiwaksono dilaporkan atas materi stand-up Mens Rea

Dilaporkan oleh AI Gambar dihasilkan oleh AI

Seorang warga bernama Rizki Abdul Rahman Wahid melaporkan komika Pandji Pragiwaksono ke Polda Metro Jaya pada 8 Januari 2026, atas dugaan pencemaran nama baik organisasi Islam Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah melalui materi stand-up comedy Mens Rea. Polda Metro Jaya menyatakan akan menganalisis bukti dan mengklarifikasi pihak terkait, sementara Pimpinan Pusat Muhammadiyah membantah keterlibatan Aliansi Muda Muhammadiyah sebagai pelapor.

Polda Metro Jaya melibatkan ahli untuk menyelidiki laporan terhadap komika Pandji Pragiwaksono terkait materi stand-up comedy Mens Rea. Penyelidikan dilakukan hati-hati guna menjaga keseimbangan antara penegakan hukum dan kebebasan berekspresi. Pandji mengungkap dugaan kehadiran intel selama pertunjukan tersebut pada 2025.

Dilaporkan oleh AI

Komika Pandji Pragiwaksono menjalani pemeriksaan polisi pada 2 Februari 2026 terkait dugaan penghinaan bernuansa SARA terhadap adat pemakaman suku Toraja. Kasus ini telah naik ke tahap penyidikan, meskipun Pandji masih berstatus saksi terlapor. Ia mengaku kooperatif dan telah meminta maaf atas candaannya.

Proses hukum terhadap Bripda Mesias Siahaya, anggota Brimob yang menganiaya pelajar Arianto Tawakal hingga tewas di Kota Tual, Maluku, terus berlanjut. Berkas perkara telah diserahkan ke Kejaksaan Negeri Tual pada 24 Februari 2026, dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara. Selain itu, ia telah diberhentikan tidak dengan hormat dari Polri melalui sidang etik.

Dilaporkan oleh AI

Seorang anggota Brimob berinisial Bripda MS diduga melakukan penganiayaan terhadap dua siswa madrasah di Kota Tual, Maluku, yang menyebabkan satu di antaranya tewas. Korban berinisial Arianto Tawakal (14) meninggal dunia akibat luka kepala berat, sementara kakaknya mengalami patah tulang. Polda Maluku telah menahan pelaku dan memulai proses hukum pidana serta etik.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan dua operasi tangkap tangan (OTT) pada 19 Januari 2026, menangkap Wali Kota Madiun Maidi dan Bupati Pati Sudewo terkait dugaan korupsi proyek dan dana CSR. Kedua penangkapan ini mengejutkan publik dan memicu peringatan dari Kementerian Dalam Negeri. Pemeriksaan terhadap tersangka masih berlangsung di Jakarta dan Kudus.

Dilaporkan oleh AI

Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Rano Alfath, mendesak Polri untuk mengusut tuntas kasus dugaan penganiayaan oleh anggota Brimob Bripda MS terhadap siswa madrasah Arianto Tawakal (14) di Tual, Maluku, yang berujung kematian. Kapolri Listyo Sigit Prabowo menyatakan kemarahannya atas insiden tersebut dan menjanjikan proses hukum tanpa kompromi. Polda Maluku memastikan sidang etik dan penyidikan pidana berjalan cepat serta transparan.

 

 

 

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak