Polda Metro Jaya melibatkan ahli untuk menyelidiki laporan terhadap komika Pandji Pragiwaksono terkait materi stand-up comedy Mens Rea. Penyelidikan dilakukan hati-hati guna menjaga keseimbangan antara penegakan hukum dan kebebasan berekspresi. Pandji mengungkap dugaan kehadiran intel selama pertunjukan tersebut pada 2025.
Polda Metro Jaya telah memulai penyelidikan lebih lanjut terhadap laporan dugaan pencemaran nama baik yang dilayangkan terhadap komika Pandji Pragiwaksono akibat materi stand-up comedy-nya berjudul Mens Rea, yang dipentaskan pada 2025. Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Iman Imanudin, menjelaskan bahwa proses ini melibatkan ahli untuk memastikan penegakan hukum tidak mengganggu prinsip kebebasan berekspresi di ranah seni.
"Kemudian kami juga terus melakukan permintaan keterangan dengan para ahli, bagaimana mengkonstruksikan batasan-batasan sejauh mana sebuah kebebasan berekspresi itu, seni itu di ruang publik, dengan ketentuan-ketentuan pidana yang mengatur di dalam setiap sendi kehidupan kita berbangsa dan bernegara," kata Iman pada Selasa, 13 Januari 2026.
Ia menekankan pentingnya profesionalitas dan keseimbangan. "Itu terus kami lakukan juga, sehingga kami bisa menjaga profesionalitas, proporsionalitas dan keberimbangan untuk menghadirkan rasa aman, begitupun juga menghadirkan kepastian bahwa kebebasan berekspresi ini atau ruang seni ini juga menjadi sebuah ruang seni yang beradab," tambahnya.
Penyidik telah memeriksa pelapor berinisial RARW pada Senin kemarin untuk mendalami laporan. Mereka juga membuka peluang pengumpulan bukti lain di luar rekaman materi yang dipersoalkan. "Tentunya selain yang dibawa atau yang disampaikan oleh pelapor, kami penyidik juga terus melakukan upaya untuk pengumpulan alat bukti yang lain. Dan kami pastikan proses penegakan hukum yang dilakukan tentunya akan transparan dan berimbang," ujar Iman.
Pandji Pragiwaksono, sebagai terlapor, dijadwalkan dimintai keterangan, meski waktu pastinya belum diungkap. Dalam wawancara terpisah, Pandji mengungkap pengalaman mencurigakan selama pertunjukan Mens Rea. Ia menduga ada kehadiran intel karena aturan ketat larangan rekam video atau audio, dengan ponsel disita jika ketahuan.
"Waktu itu emang ada intel. Karena kalau di show stand up gue ada keamanan yang mantau penonton takutnya penonton naikin handphone terus ngerekam," kata Pandji. Saat seorang pria di section emerald ketahuan merekam dan diminta hapus rekaman, album fotonya terbuka menampilkan foto-foto polisi, memperkuat kecurigaannya. Pandji juga klaim polisi meminta lebih dari 100 undangan untuk acara tersebut, dan ia bisa mengidentifikasi penonton mencurigakan seperti bapak-bapak yang terlambat datang di section diamond tanpa tawa selama acara.