CEO Nvidia Jensen Huang bela DLSS 5 di tengah kritik 'AI slop', tunjukkan empati bagi para gamer

CEO Nvidia Jensen Huang menanggapi kekhawatiran para gamer terkait fitur AI generatif DLSS 5 dalam wawancara di podcast Lex Fridman, mengakui bahwa ia sendiri tidak menyukai 'AI slop' sembari menekankan sifat teknologi tersebut yang dipandu oleh seniman untuk meningkatkan frame tanpa mengubah struktur inti game. Kemitraan dengan berbagai studio besar menandakan adopsi luas yang akan datang.

Nvidia mengumumkan DLSS 5 minggu lalu sebelum 23 Maret 2026, yang memperkenalkan peningkatan AI generatif untuk gaming dan memicu reaksi keras dari komunitas, yang menyamakannya dengan 'filter AI slop' yang menyeragamkan visual. Awalnya, CEO Jensen Huang menepis para pengkritik sebagai 'sepenuhnya salah.' Namun, dalam episode Podcast Lex Fridman berdurasi hampir dua jam yang diterbitkan pada 23 Maret, ia mengambil nada yang lebih persuasif dengan menyatakan, 'Saya sendiri tidak menyukai AI slop… semua konten yang dihasilkan AI semakin terlihat mirip dan semuanya indah,' serta mengungkapkan empati terhadap perspektif para gamer.

Huang membela DLSS 5 sebagai sesuatu yang berbeda dari konten AI generik, dengan menggambarkannya sebagai '3D conditioned, 3D guided.' Para seniman menyediakan geometri dan tekstur sebagai 'kebenaran dasar' (ground truth), dan DLSS 5 'meningkatkan tetapi tidak mengubah apa pun' dalam frame. Berbeda dengan pemrosesan pasca-produksi sederhana, teknologi ini terintegrasi dengan seniman, menawarkan alat AI generatif untuk melatih model guna mencapai gaya tertentu—seperti 'toon shader' atau tampilan non-fotorealistik. Hal ini melanjutkan versi DLSS sebelumnya untuk resolusi/frame rate dan selaras dengan pernyataan Huang sebelumnya kepada Tom’s Hardware mengenai 'kontrol generatif pada level geometri.' Seniman dapat memilih untuk tidak ikut serta, dan gamer dapat menonaktifkan fitur tersebut.

Nvidia, yang kini menjadi perusahaan raksasa AI senilai $4 triliun, telah menjalin kemitraan dengan Bethesda, Capcom, NetEase, NCSoft, Tencent, Ubisoft, dan Warner Bros. Games untuk integrasi DLSS 5, dengan debut yang akan segera hadir dalam beberapa bulan ke depan.

Artikel Terkait

Illustration depicting Nvidia CEO Jensen Huang announcing DLSS 5 at GTC conference contrasted with gamers' backlash memes and criticism.
Gambar dihasilkan oleh AI

Nvidia teases DLSS 5 as gamers express backlash

Dilaporkan oleh AI Gambar dihasilkan oleh AI

Nvidia unveiled DLSS 5 at its GTC conference, calling it the biggest breakthrough in computer graphics, but gamers have reacted with memes and criticism over changes to game visuals. CEO Jensen Huang dismissed the backlash, stating gamers are completely wrong and developers retain artistic control. The technology is set for release in the fall.

Nvidia has teased DLSS 5, a new real-time neural rendering technology that uses generative AI to enhance lighting and textures in games. The feature has drawn overwhelmingly negative reactions from gamers and developers for producing uncanny, homogenized visuals. Nvidia insists developers retain full artistic control.

Dilaporkan oleh AI

Nvidia unveiled DLSS 5, its latest upscaling technology, on Monday, prompting widespread backlash from game developers concerned over alterations to artistic intent. Developers described the AI-enhanced visuals as overriding original game designs, with strong negative reactions shared in interviews and online. Nvidia CEO Jensen Huang defended the tech, asserting developers retain full control.

Developer S-Game Studio has stated it will not use AI visual technology in Phantom Blade Zero that could alter its artists' original intent. The Beijing-based studio emphasized human craftsmanship in the game's development following its listing among titles supporting Nvidia's DLSS 5. The action-RPG is set for release on PS5 and PC later this year.

Dilaporkan oleh AI

Capcom has stated it will not include AI-generated materials in its game content, as revealed in an investor briefing on March 23, 2026. The company plans to use AI tools to improve efficiency in development processes like graphics, sound, and programming. This comes amid backlash over Nvidia's DLSS 5 implementation in Resident Evil Requiem.

Unity Technologies' CEO Matthew Bromberg has announced an upcoming beta update to its game engine that will allow developers to create full casual games using natural language prompts. The feature is set to be unveiled at the Game Developers Conference in March. While the technology aims to simplify game development, it arrives amid ongoing debates about generative AI's role in the industry.

Dilaporkan oleh AI

Meta has announced a collaboration with Nvidia to develop a hyperscale AI infrastructure designed to support billions of users globally. The initiative integrates Meta's production workloads with Nvidia's hardware and software ecosystem. The partnership aims to enhance AI capabilities at an unprecedented scale.

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak