Kebakaran lahan gambut di Aceh Barat meluas menjadi 10 hektare

Kebakaran lahan gambut di Desa Lapang dan Desa Suak Raya, Kecamatan Johan Pahlawan, Meulaboh, Aceh Barat, telah meluas menjadi 10 hektare akibat angin kencang dan cuaca panas. Petugas BPBD bersama TNI, Polri, dan warga setempat terus berupaya memadamkan api yang masih menjalar perlahan.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Barat melaporkan bahwa kebakaran lahan gambut di Desa Lapang dan Desa Suak Raya, Kecamatan Johan Pahlawan, Meulaboh, telah meluas dari 9 hektare menjadi 10 hektare pada Rabu (21/1/2026). Kebakaran ini terjadi di dua titik utama: sekitar 7 hektare di Desa Suak Raya dan 3 hektare di Dusun Ujong Beurasok, Desa Lapang. Faktor pemicu meliputi tiupan angin kencang, suhu udara tinggi, dan sifat lahan gambut yang mudah terbakar. Kabut asap dari kebakaran mulai mengganggu pernapasan warga di sekitar lokasi, termasuk di Meulaboh, ibu kota kabupaten tersebut. Pelaksana Tugas Kepala BPBD Aceh Barat, Teuku Ronald Nehdiansyah, menyatakan, “Kencangnya tiupan angin di lokasi kebakaran menyebabkan api dengan mudah menjalar ke lokasi lain, namun upaya pemadaman masih kami lakukan hingga saat ini.” Api terus menjalar perlahan dan berpotensi meluas lebih jauh karena hembusan angin yang kuat, sehingga petugas harus bekerja ekstra. Upaya pemadaman melibatkan sinergi BPBD dengan personel TNI, Polri, dan masyarakat setempat untuk mencegah penyebaran lebih lanjut.

Artikel Terkait

Dramatic photo illustration of Sumatra floods: submerged villages, landslides burying homes and roads, rescuers amid heavy rain and debris.
Gambar dihasilkan oleh AI

Bencana banjir sumatera tewaskan 914 orang dan hilangkan 389 jiwa

Dilaporkan oleh AI Gambar dihasilkan oleh AI

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan korban tewas akibat banjir dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, serta Sumatera Barat mencapai 914 orang, dengan 389 lainnya masih hilang. Presiden Prabowo Subianto memerintahkan pemulihan listrik dan jalur darat untuk memastikan pasokan logistik dan BBM. Pemerintah juga menyegel empat subjek hukum diduga merusak hutan yang berkontribusi pada bencana.

Wali Nanggroe Aceh Tgk Malik Mahmud Al Haythar bersuara soal bencana banjir dan longsor yang menewaskan ratusan orang di Sumatera, khususnya Aceh. Ia menyerukan investigasi mendalam terhadap pemicu bencana seperti deforestasi dan pembalakan liar. Selain itu, ia mendesak reformasi sistemik untuk mencegah kejadian serupa.

Dilaporkan oleh AI

Presiden Prabowo Subianto memerintahkan percepatan penanganan darurat bencana banjir dan longsor di Aceh, Sumatra Utara, serta Sumatra Barat sejak hari pertama kejadian. Pemerintah mengerahkan pesawat TNI AU untuk mengirim bantuan logistik, sementara tantangan seperti jalan putus dan komunikasi terganggu mempersulit evakuasi. Fenomena siklon tropis Senyar menjadi pemicu utama cuaca ekstrem tersebut.

Provinsi Sumatera Utara dilanda banjir, longsor, dan cuaca ekstrem sejak 22 November 2025, menyebabkan korban jiwa dan kerusakan infrastruktur. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumut mengerahkan tim ke wilayah terdampak seperti Tapanuli Selatan hingga Mandailing Natal. BNPB menyatakan bencana ini dipicu oleh Siklon Tropis KOTO dan Bibit Siklon 95B.

Dilaporkan oleh AI

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta melaporkan bahwa puluhan rukun tetangga (RT) dan beberapa ruas jalan masih tergenang banjir akibat hujan deras sejak Senin malam. Wilayah terdampak utama berada di Jakarta Barat dan Jakarta Utara, dengan ketinggian air antara 10 hingga 60 cm. Pihak berwenang sedang memantau dan berupaya mempercepat pengeringan genangan.

Presiden Prabowo Subianto mengalokasikan dana efisiensi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara untuk mempercepat rehabilitasi pascabencana longsor dan banjir bandang di Sumatera. Upaya ini mencakup pemulihan infrastruktur energi dan telekomunikasi di Aceh, Sumatera Utara, serta Sumatera Barat. TelkomGroup telah mengaktifkan 90 persen base transceiver station di Sumatera Utara dan Barat, sementara fokus utama kini di Aceh.

Dilaporkan oleh AI

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus mempercepat pembangunan sumur bor untuk menyediakan air bersih bagi masyarakat Aceh Tamiang pascabencana banjir bandang. Hingga 5 Januari 2026, delapan unit pengeboran telah mencapai kedalaman 70 hingga 105 meter, menyesuaikan kondisi geologi setempat. Menteri PU Dody Hanggodo menekankan bahwa air bersih menjadi prioritas utama untuk mendukung kesehatan dan aktivitas masyarakat.

 

 

 

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak