Studi menemukan suplemen kalsium dan vitamin D memberikan sedikit manfaat

Analisis baru berskala besar terhadap hampir 154.000 orang dewasa menunjukkan bahwa suplemen kalsium dan vitamin D memberikan sedikit atau tidak ada perlindungan terhadap risiko patah tulang atau jatuh bagi sebagian besar lansia. Temuan yang dipublikasikan dalam The BMJ ini menantang rekomendasi lama terkait penggunaan rutin suplemen tersebut.

Para peneliti di Kanada meninjau data dari 69 uji coba terkontrol secara acak. Mereka menemukan bukti dengan tingkat kepastian moderat hingga tinggi bahwa suplemen kalsium saja, vitamin D saja, atau kombinasi keduanya tidak secara klinis mengurangi risiko patah tulang secara keseluruhan, patah tulang pinggul, maupun risiko jatuh secara signifikan. Analisis ini mencakup 153.902 orang dewasa dan memperhitungkan berbagai faktor seperti usia, jenis kelamin, riwayat patah tulang sebelumnya, dan asupan kalsium dari makanan. Hasilnya tetap konsisten di seluruh kelompok tersebut. Para penulis menyimpulkan bahwa bukti yang ada tidak mendukung penggunaan suplemen secara rutin untuk mencegah patah tulang dan risiko jatuh. Mereka mendesak para klinisi, panel pedoman, dan lembaga pengatur untuk mengevaluasi kembali rekomendasi saat ini. Editorial terkait menyarankan agar sumber daya dialihkan ke strategi yang telah terbukti seperti latihan keseimbangan dan latihan ketahanan.

Artikel Terkait

Elderly woman holding glucosamine bottle with concerned look, medical documents on dementia study nearby
Gambar dihasilkan oleh AI

Study links glucosamine use to faster progression from mild cognitive impairment to dementia

Dilaporkan oleh AI Gambar dihasilkan oleh AI Fakta terverifikasi

A University of Florida-led study reported an association between use of the joint-health supplement glucosamine and a higher risk of progressing from mild cognitive impairment to dementia, as well as higher mortality among patients already diagnosed with Alzheimer’s disease and related dementias. The researchers emphasized that the findings do not prove glucosamine causes cognitive decline and said the results should be tested in clinical trials.

A new study has found that adults with higher vitamin D levels in their 30s and 40s tend to have lower levels of tau protein in their brains about 16 years later. Tau is a key biomarker associated with dementia. The research, published this week, highlights a potential modifiable risk factor for brain health.

Dilaporkan oleh AI

Primary care doctor Amanda Kahn recommends adding resistance to daily routines for better bone and spine health.

A University of Connecticut-led clinical trial found that older women recovering from a recent hip fracture who used a topical testosterone gel alongside a structured exercise program did not experience the typical rise in visceral abdominal fat seen during recovery. Researchers followed participants for six months and assessed body composition with imaging scans.

Dilaporkan oleh AI Fakta terverifikasi

A Wellness Mama post published May 29, 2026 argues that fulvic and humic acids can support cellular energy, nutrient absorption, gut health and “detox,” while recommending a specific supplement brand. Independent medical sources say evidence for many proposed benefits is limited, and regulators have previously warned that some fulvic-acid products can contain unsafe levels of heavy metals.

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak