Peneliti pertanyakan kaitan antara kadar vitamin B12 dan kanker

Para ilmuwan mengajukan pertanyaan baru mengenai hubungan antara vitamin B12 dan risiko kanker. Meskipun kekurangan vitamin ini telah lama diketahui meningkatkan bahaya, studi terbaru menunjukkan bahwa kadar yang sangat tinggi mungkin juga berperan.

Vitamin B12 mendukung produksi sel darah merah, perbaikan DNA, dan fungsi saraf. Vitamin ini terkandung secara alami dalam daging, ikan, telur, dan produk susu, dengan beberapa orang mengandalkan makanan yang difortifikasi atau suplemen. Kebanyakan individu dengan pola makan bervariasi mendapatkan asupan yang cukup, meskipun vegan, lansia, dan mereka yang memiliki masalah penyerapan mungkin memerlukan asupan tambahan.

Artikel Terkait

A doctor discussing the risks of biotin supplements with a cancer patient in a medical office, highlighting potential issues with blood tests.
Gambar dihasilkan oleh AI

Dokter peringatkan suplemen biotin dapat mengganggu beberapa tes darah terkait kanker

Dilaporkan oleh AI Gambar dihasilkan oleh AI Fakta terverifikasi

Beberapa pasien kanker mengonsumsi suplemen biotin dengan harapan dapat meningkatkan pertumbuhan rambut dan kuku, namun para spesialis di Ohio State University Wexner Medical Center memperingatkan bahwa biotin dosis tinggi dapat mengganggu tes darah tertentu yang digunakan dalam pemantauan kanker, sehingga berpotensi menghasilkan hasil yang menyesatkan yang dapat memengaruhi perawatan lanjutan.

Sebuah studi dari University of California San Francisco mengaitkan kadar vitamin B12 aktif yang rendah namun masih dalam batas normal dengan melambatnya proses berpikir serta kerusakan materi putih pada lansia sehat. Penelitian yang diterbitkan di Annals of Neurology pada tahun 2025 ini menunjukkan bahwa pedoman saat ini mungkin melewatkan risiko neurologis dini. Para peneliti memeriksa 231 partisipan dengan usia rata-rata 71 tahun.

Dilaporkan oleh AI

Sebuah studi baru asal Jepang telah menghubungkan kekurangan vitamin B12 dan folat dengan peningkatan rasa lelah dan penurunan motivasi pada orang dewasa yang sehat. Penelitian ini memeriksa penanda darah dan gejala yang dilaporkan sendiri oleh sekitar 600 peserta.

Sebuah studi baru mengungkapkan bahwa protein MYC memiliki peran lebih dari sekadar mendorong pertumbuhan tumor. Protein ini juga memperbaiki kerusakan DNA pada sel kanker, sehingga memungkinkan beberapa tumor bertahan dari kemoterapi dan radiasi.

Dilaporkan oleh AI

Sebuah studi dari UCLA menemukan bahwa kreatin dapat meningkatkan fungsi sel dendritik, yang membantu mengaktifkan sel T pembunuh untuk melawan tumor. Penelitian yang dilakukan pada tikus dan sel manusia ini menunjukkan potensi penggunaan dalam meningkatkan imunoterapi kanker.

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak