Para ilmuwan masih ragu mengapa es licin

Lapisan air tipis di permukaan es membuatnya licin, tetapi alasan pasti pembentukan lapisan ini masih tidak jelas meskipun berabad-abad penelitian ilmiah. Teka-teki lama ini terus memikat peneliti di bidang ilmu bahan. Penjelasan ini menyoroti kompleksitas fenomena sehari-hari seperti cuaca dan perilaku air.

Selama beberapa generasi, para ilmuwan telah mengembangkan teori tentang kelicinan es, namun jawaban pasti masih menghindari mereka. Faktor kunci tampaknya adalah lapisan air tipis di permukaan es, yang mengurangi gesekan dan menyebabkan sensasi licin di bawah kaki atau pada sepatu seluncur. nnMeskipun studi ekstensif, mekanisme tepat di balik lapisan setengah cair ini belum sepenuhnya dipahami. Teori telah bermunculan selama berabad-abad, tetapi tidak ada yang sepenuhnya menjelaskan mengapa ia terbentuk pada suhu di mana es seharusnya tetap padat. Misteri ini menyentuh pertanyaan yang lebih luas dalam fisika dan kimia, khususnya bagaimana air berperilaku di antarmuka. nnTopik ini mendapat perhatian baru melalui artikel di Quanta Magazine, yang diterbitkan ulang oleh WIRED pada 25 Januari 2026. Seperti yang dicatat dalam artikel tersebut, sifat licin es memengaruhi segala hal mulai dari keselamatan musim dingin hingga olahraga, yang menekankan implikasi praktis dari pertanyaan ilmiah yang belum terpecahkan. nnPeneliti terus mengeksplorasi fenomena ini menggunakan alat canggih dalam ilmu bahan, berharap untuk mengklarifikasi interaksi molekul yang terlibat. Sampai saat itu, lapisan air tetap menjadi konsep yang licin baik secara harfiah maupun kiasan.

Artikel Terkait

A viral challenge involves trapping people in a carved-out ice bowl, testing their ability to climb out on a highly slippery surface. An article explains three physics-based methods using frictional forces to overcome the slope. The bowl's spherical shape makes escape increasingly difficult as one ascends.

Dilaporkan oleh AI

Pandangan segar terhadap data dari misi Cassini NASA menunjukkan bahwa bulan terbesar Saturnus, Titan, kemungkinan tidak memiliki samudra subpermukaan yang luas dan malah memiliki interior berlumpur dengan kantong-kantong air cair terisolasi. Temuan ini menantang asumsi sebelumnya dan dapat membentuk ulang pencarian kehidupan di dunia berlapis es. Peneliti mempublikasikan hasil mereka pada 17 Desember di jurnal Nature.

A Chinese research team has warned that collecting water ice from the moon's south pole could be challenging due to its unique properties. The ice is locked in frozen soil, held only by extreme cold and vacuum. This insight comes ahead of the Chang'e-7 mission.

Dilaporkan oleh AI

Peneliti telah menentukan wilayah di Mars di mana es air terletak tepat di bawah permukaan, berpotensi ideal untuk misi manusia masa depan. Situs di Amazonis Planitia menyeimbangkan sinar matahari untuk daya dengan suhu dingin untuk mempertahankan es. Penemuan ini dapat mendukung kebutuhan astronot akan air, oksigen, dan bahan bakar tanpa bergantung pada pasokan dari Bumi.

 

 

 

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak